ARMITA, DIAN (2025) Marriage is Scary: Pemaknaan Sosial Ketakutan Komitmen Pernikahan bagi Perempuan pada Generasi Z di Kota Makassar = Marriage is Scary: The Social Meaning of Fear of Marital Commitment Among Generation Z Women in Makassar City. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASSANUDDIN.
E031211006-BZFLWTxERI9asr2k-20250801155725.jpg
Download (397kB) | Preview
E031211006-1-2.pdf
Download (889kB)
E031211006-dp.pdf
Download (396kB)
E031211006-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 July 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Meningkatnya ketakutan perempuan muda terhadap pernikahan menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap institusi tersebut, khususnya di kalangan Generasi Z. Hal ini menjadi penting untuk dikaji, terutama di tengah konstruksi sosial yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi munculnya ketakutan terhadap komitmen pernikahan serta memahami bentuk-bentuk ketakutan yang dialami oleh perempuan Generasi Z di Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik purposive sampling dalam menentukan informan berdasarkan kriteria yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketakutan terhadap institusi pernikahan dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, budaya, media sosial, dan pengalaman masa lalu. Ketakutan tersebut bukan hanya berasal dari pandangan pribadi, tetapi juga merupakan hasil konstruksi sosial yang membentuk persepsi individu. Selain itu, terdapat beragam bentuk ketakutan yang dialami oleh perempuan Generasi Z dan dikategorikan berdasarkan tipe-tipe komitmen pernikahan, yaitu komitmen institusional (institutional commitment), komitmen rasional (rational commitment), dan komitmen emosional (emotional commitment). Penelitian ini juga menghasilkan tiga temuan penting: pertama, bentuk komitmen yang paling banyak ditakuti adalah komitmen rasional, yang berkaitan dengan tanggung jawab jangka panjang dan kesiapan mental maupun material; kedua, informan dengan latar belakang keluarga yang harmonis dan tidak harmonis menunjukkan perbedaan dalam memaknai pernikahan; dan ketiga, terdapat perbedaan pemaknaan terhadap pernikahan antara informan berusia muda (21 tahun) dan mereka yang telah memasuki usia matang (27 tahun). Selain itu, pembentukan ketakutan terhadap pernikahan erat kaitannya dengan konsep self yang terbentuk melalui interaksi simbolik, yang memengaruhi cara individu melihat diri dan perannya dalam institusi pernikahan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | marriage is scary; komitmen; perempuan; generasi Z |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 02:43 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 02:43 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52844 |
