TRANSFORMING GROWTH FACTOR β1 SEBAGAI BIOMARKER PROGNOSTIK PADA KANKER PARU KARSINOMA BUKAN SEL KECIL = TRANSFORMING GROWTH FACTOR β1 AS A PROGNOSTIC BIOMARKER IN NON-SMALL CELL LUNG CANCER


THAMRIN, NUR AFIFAH (2025) TRANSFORMING GROWTH FACTOR β1 SEBAGAI BIOMARKER PROGNOSTIK PADA KANKER PARU KARSINOMA BUKAN SEL KECIL = TRANSFORMING GROWTH FACTOR β1 AS A PROGNOSTIC BIOMARKER IN NON-SMALL CELL LUNG CANCER. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C185211010-Cover.jpg

Download (882kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C185211010-bab 1-2.pdf

Download (735kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C185211010-dp(FILEminimizer).pdf

Download (208kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C185211010-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Nur Afifah Thamrin. Transforming Growth Factor Β1 Sebagai Biomarker Prognostik Pada Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil. (dibimbing oleh dr. Arif Santoso, Sitti Nurisyah) LATAR BELAKANG: Kanker paru mencakup semua penyakit ganas di paru-paru, baik keganasan primer maupun metastasis. Secara global, terdapat sekitar 2,2 juta kasus kanker paru baru setiap tahun, dengan 1,8 juta kematian tercatat pada tahun 2020. Di Indonesia, kanker paru merupakan penyebab utama kematian terkait kanker, dengan jumlah kasus mencapai 30.843 (13,2%), dengan 34.873 kasus baru (8,8%). Prognosis pasien kanker paru umumnya buruk karena diagnosis stadium lanjut dan kurangnya metode deteksi dini non-invasif. Peradangan kronis berperan penting dalam progresi kanker paru, karena sel inflamasi dan tumor melepaskan sitokin dan kemokin yang memengaruhi perkembangan kanker. Transforming Growth Factor β1 (TGF-β1) telah diidentifikasi sebagai biomarker potensial untuk prognosis kanker paru. METODE: Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain kohort retrospektif. Kadar TGF-β1 dalam cairan pencuci bronkus dan serum pasien KBKPS yang didiagnosis di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, dianalisis. Pasien dipantau selama satu tahun untuk menilai perkembangan penyakit dan kelangsungan hidup. Sampel yang dikumpulkan dari Juni 2022 hingga Mei 2023 disimpan pada suhu - 80°C sebelum dianalisis di Unit Penelitian Kedokteran Universitas Hasanuddin. HASIL: Kadar TGF-β1 dalam bilasan bronkus menunjukkan cut-off 1638,22 pg/ml dengan sensitivitas 62,1% dan spesifisitas 95,5%, sedangkan TGF-β1 serum cut-off 54331,57 pg/ml dengan sensitivitas 65,2% dan spesifisitas 77,3%. Hal ini menunjukkan kadar TGF-β1 bilasan bronkus berpotensi sebagai biomarker diagnostik. Kadar TGF-β1 pada bilasan bronkus menunjukkan cut-off 1028,47 pg/ml dengan sensitivitas 96,3% dan spesifisitas 58,3%, sedangkan TGF-β1 serum menunjukkan cut-off 65843,05 pg/ml dengan sensitivitas 40,7% dan spesifisitas 66,7%. Hal ini menunjukkan kadar TGF-β1 pada bilasan bronkus berpotensi sebagai biomarker prognostik. Kadar TGF-β1 yang lebih tinggi berkorelasi dengan stadium penyakit lanjut dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah. KESIMPULAN: Peningkatan kadar TGF-β1 bilasan bronkus pada pasien NSCLC berhubungan dengan prognosis yang buruk dan penurunan tingkat kelangsungan hidup.

Keyword : Kanker Paru, Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil, TGF-β1, Biomarker Prognostik, Bilasan Bronkus, Serum.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Lung cancer, Non-Small Cell Lung Cancer, TGF-β1, Prognostic Biomarker, Bronchial Washing, Serum.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 19 Jan 2026 01:34
Last Modified: 19 Jan 2026 01:34
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52645

Actions (login required)

View Item
View Item