KEKERAPAN DAN ANALISIS FAKTOR RISIKO TERJADINYA INFEKSI JAMUR PADA PASIEN KANKER PARU = FREQUENCY AND ANALYSIS OF RISK FACTORS FOR FUNGAL INFECTIONS IN LUNG CANCER PATIENTS


SAFHIERA, WAODE ALIZA (2025) KEKERAPAN DAN ANALISIS FAKTOR RISIKO TERJADINYA INFEKSI JAMUR PADA PASIEN KANKER PARU = FREQUENCY AND ANALYSIS OF RISK FACTORS FOR FUNGAL INFECTIONS IN LUNG CANCER PATIENTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C185212010-Cover.jpg

Download (658kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C185212010-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (287kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C185212010-dp(FILEminimizer).pdf

Download (118kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C185212010-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 20 August 2027.

Download (529kB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK WAODE ALIZA SAFHIERA. Kekerapan dan analisis faktor risiko terjadinya infeksi jamur pada pasien kanker paru (dibimbing oleh Jamaluddin Madolangan dan Arif Santoso) Latar Belakang. Kanker paru tetap menjadi penyebab utama kematian terkait kanker di seluruh dunia. Infeksi jamur merupakan komplikasi serius pada pasien kanker paru yang dapat memengaruhi hasil pengobatan dan angka kelangsungan hidup. Namun, data mengenai frekuensi dan faktor risiko yang terkait masih terbatas, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Metode. Sebuah studi cross-sectional retrospektif dengan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien serta data primer dari pemeriksaan mikologi dan kultur bilasan bronkus. Pengumpulan data dilakukan pada Juli hingga September 2024 dengan teknik purposive sampling. Hasil. Sebagian besar pasien adalah laki-laki, berusia ≤60 tahun, memiliki riwayat merokok, dan indeks massa tubuh (IMT) normal. Komorbiditas yang ditemukan meliputi diabetes melitus (16,8%), PPOK (14,5%), tuberkulosis (18,2%), HIV (4,5%), dan penggunaan kortikosteroid (11,8%). Infeksi jamur teridentifikasi pada 89,0% pasien, dengan 57,0% diklasifikasikan sebagai probable dan 32,0% sebagai possible. Jenis jamur yang paling sering diisolasi adalah Candida albicans, Aspergillus fumigatus, Candida glabrata, dan Candida tropicalis, disertai spesies lain seperti Candida dubliniensis, Candida krusei, Candida firmetaria, Aspergillus niger, dan Cryptococcus neoformans. Faktor risiko signifikan yang teridentifikasi antara lain IMT rendah, tidak adanya diabetes melitus, mutasi EGFR, serta penggunaan kortikosteroid jangka panjang (>4 minggu). Temuan ini menyoroti tingginya prevalensi infeksi jamur pada pasien kanker paru dan menekankan pentingnya identifikasi faktor risiko untuk diagnosis dan tata laksana dini. Kesimpulan. Temuan ini menyoroti tingginya prevalensi infeksi jamur pada pasien kanker paru dan menekankan pentingnya identifikasi faktor risiko untuk diagnosis dan tata laksana dini. Kata kunci: kanker paru; infeksi jamur; faktor risiko; Candida albicans, Aspergillus fumigatus.

Kata kunci: kanker paru; infeksi jamur; faktor risiko; Candida albicans, Aspergillus fumigatus.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Lung cancer; fungal infections; risk factors; Candida albicans; Aspergillus fumigatus.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 14 Jan 2026 05:52
Last Modified: 14 Jan 2026 05:52
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52544

Actions (login required)

View Item
View Item