WAHID, RAFLY SUWANDHI (2025) PERAN KETAMIN SEBAGAI ANTI-INFLAMASI PADA PASIEN PASCABEDAH HISTEREKTOMI DENGAN ANESTESI EPIDURAL, KAJIAN TERHADAP C-REACTIVE PROTEIN (CRP) DAN RATIO NEUTROFIL LIMFOSIT = SUPPRESSING POSTOPERATIVE INFLAMATION WITH INTRAVENOUS KETAMIN AS AN ADJUNCT IN EPIDURAL HISTEREKTOMY: A CLINICAL STUDY OF C-REACTIVE PROTEIN AND NEUTROPHIL-LYMPHOCYTE RATIO. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C135202012-Cover.jpg
Download (143kB) | Preview
C135202012-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (3MB)
C135202012-dp(FILEminimizer).pdf
Download (766kB)
C135202012-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 16 May 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Histerektomi merupakan prosedur bedah yang dapat memicu respons inflamasi, ditandai dengan peningkatan kadar biomarker inflamasi seperti C-reactive protein (CRP) dan rasio neutrofil-limfosit (NLR). Respons yang berlebihan dapat memperpanjang proses pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi pascabedah. Ketamin, yang dikenal sebagai anestesi, memiliki sifat antiinflamasi yang potensial dalam mengelola reaksi tubuh pascabedah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan pendekatan uji klinis acak tersamar ganda, melibatkan 28 pasien histerektomi dengan anestesi epidural yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang menerima ketamin intravena 0,5 mg/kgBB, dan kelompok kontrol yang tidak menerima ketamin. Pengukuran kadar CRP dan NLR dilakukan pada waktu 0,8, dan 24 jam pascabedah. Hasil: Pemberian ketamin intravena terbukti efektif dalam menurunkan kadar CRP dan nilai NLR pada waktu 8 dan 24 jam pascabedah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu, skor nyeri pada kelompok ketamin lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Tidak ada pasien yang memerlukan pemberian opioid tambahan, menunjukkan efektivitas pengelolaan nyeri di kedua kelompok. Kesimpulan: Ketamin intravena dapat digunakan sebagai strategi untuk mengurangi respons inflamasi pasca histerektomi, berpotensi meningkatkan proses pemulihan dan menurunkan risiko komplikasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi penggunaan ketamin berkelanjutan dan pemanfaatan biomarker inflamasi lain.
Keyword : Ketamin, Histerektomi, C-reactive protein, Rasio neutrofil-limfosit, Inflamasi, Anestesi epidural.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hysterectomy, Ketamine, C-Reactive Protein, Inflammation, Epidural Anesthesia, Pain Management. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 06:46 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 06:46 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52499 |
