UTAMI, NI KETUT TINI (2025) PERBANDINGAN CAIRAN MALTODEXTRIN DENGAN CAIRAN SUKROSA ORAL 2 JAM SEBELUM OPERASI SECTION CAESAREAN PROSEDUR ERACS TERHADAP KORTISOL DAN ONSET KOLOSTRUM = EFFECTIVENESS COMPARISON OF MALTODEXTRIN AND ORAL SUCROSE SOLUTION BEFORE CAESAREAN SECTION OPERATION ON CORTISOL LEVELS AND COLOSTRUM ONSET: A COMPARATIVE STUDY ON ERACS PROCEDURE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C135202001-Cover.jpg
Download (355kB) | Preview
C135202001-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (1MB)
C135202001-dp(FILEminimizer).pdf
Download (339kB)
C135202001-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 29 October 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang: Pemberian cairan karbohidrat oral dalam bentuk cairan glukosa tinggi kalori merupakan salah satu tahapan penting pada praoperasi ERACS untuk menentukan luaran yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antara cairan maltodextrin dan cairan sukrosa oral sebelum operasi terhadap kadar kortisol dan onset kolostrum pada pasien yang menjalani ERACS. Metode: A double-blind randomized clinical trial design was conducted to compare the kadar kortisol dan onset kolustrum antara kelompok yang mendapatkan sukrosa (kelompok A, n=14) dan maltodextrin (kelompok B, n=14) peroral 2 jam sebelum ERACS. Kadar kortisol diukur berdasarkan specimen darah vena pada tiga waktu, yaitu sesaat sebelum puasa 6 jam praoperasi (T1), 2 jam pasca bedah (T2), dan 6 jam pasca bedah (T3). Onset kolostrum diukur berdasarkan waktu (jam) keluarnya pasca operasi. Hasil: Pada kelompok A, kadar kortisol berbeda bermakna antara seluruh waktu perlakuan (p=0.000), dimana kadar tertinggi didapatkan pada T1 yaitu sebesar 248.19 ng/mL, diikuti dengan T3 dan T2 masing-masing sebesar 12.73 ng/mL dan 11.92 ng/mL. Pada kelompok B, kadar kortisol tidak berbeda bermakna antara seluruh waktu perlakuan (p=0.062), dimana kadar tertinggi didapatkan pada T1 yaitu 163.34 ng/mL, diikuti dengan T2 dan T3 masing-masing sebesar 17.87 ng/mL dan 12.93 ng/mL. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada proporsi onset kolostrum antara kedua kelompok perlakuan (p=0,808). Kedua kelompok memiliki proporsi yang sama dalam hal luaran yang memuaskan (100%). Simpulan: Pemberian cairan sukrosa oral lebih efektif dalam menurunkan kadar kortisol dibandingkan dengan pemberian cairan maltodextrin oral, namun tidak berbeda dalam hal onset kolostrum.
Keyword : ERACS, Hidrokortison, Kolostrum, Maltodekstrin, Sukrosa.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Colostrum, ERACS, Hydrocortisone, Maltodextrin, Sucrosa. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 06:35 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 06:35 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52493 |
