Gonzalves, Fritz Edward (2025) Perbandingan Perbaikan Gejala Klinis dan Kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor Plasma pada pasien depresi yang mendapat terapi Fluoxetine dan Maprotiline = Comparison of Improvement in Clinical Symptoms and Brain-Derived Neurotrophic Factor Plasma Levels in Depressed Patients Receiving Fluoxetine and Maprotiline Therapy. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C065181001-Cover.jpg
Download (268kB) | Preview
C065181001-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (500kB)
C065181001-dp(FILEminimizer).pdf
Download (253kB)
C065181001-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 24 March 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Fritz Edward Gonzalves. Perbandingan Perbaikan Gejala Klinis dan Kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor Plasma Pada Pasien Depresi Yang Mendapat Terapi Fluoxetine dan Maprotiline. (dibimbing oleh Sonny Teddy Lisal, Hawaidah, Arifin Seweng). Pendahuluan: Depresi adalah gangguan mental yang mempengaruhi kualitas hidup pasien. Fluoxetine dan Maprotiline adalah dua jenis obat antidepresan yang sering digunakan dalam terapi depresi. Beberapa studi menunjukkan bahwa Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) memiliki peran penting dalam patogenesis depresi dan respon terapi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbaikan gejala klinis dan kadar BDNF plasma pada pasien depresi yang mendapatkan terapi Fluoxetine dan Maprotiline. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah 36 pasien depresi yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mendapatkan Fluoxetine (18 pasien) dan kelompok yang mendapatkan Maprotiline (18 pasien). Gejala klinis diukur menggunakan HDRS sedangkan kadar BDNF plasma diukur menggunakan metode ELISA pada awal penelitian dan setelah 8 minggu terapi. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa kedua terapi (Fluoxetine dan Maprotiline) secara signifikan mengurangi gejala depresi (p < 0.05). Pada kelompok Fluoxetine, terlihat penurunan gejala depresi (skor HDRS) dan peningkatan kadar BDNF plasma. Pada kelompok Maprotiline, meskipun ada penurunan gejala depresi, peningkatan kadar BDNF plasma lebih lambat dibandingkan dengan kelompok Fluoxetine. Kesimpulan: Terapi Fluoxetine lebih efektif dalam meningkatkan kadar BDNF plasma dan memperbaiki gejala klinis pada pasien depresi dibandingkan dengan Maprotiline. Penurunan gejala depresi pada kelompok Fluoxetine mungkin terkait dengan peningkatan kadar BDNF yang lebih signifikan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme di balik perbedaan respons terhadap kedua terapi ini. Kata kunci: Depresi, Fluoxetine, Maprotiline, Gejala Klinis, Kadar BDNF Plasma.
Keyword : Depresi, Fluoxetine, Maprotiline, Gejala Klinis, Kadar BDNF Plasma.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Depression, Fluoxetine, Maprotiline, Clinical Symptoms, Plasma BDNF Level. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kedokteran Jiwa - Psikiatri |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 06:47 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 06:47 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52457 |
