PERAN KADAR PROKALSITONIN DAN C-REAKTIF PROTEIN SEBAGAI PREDIKTOR KARSINOMA OVARIUM = THE ROLE OF PROCALCITONIN AND C-REACTIVE PROTEIN LEVELS AS PREDICTORS OF OVARIAN CARCINOMA


WAHYU, ANGGA DEWI UMAR (2025) PERAN KADAR PROKALSITONIN DAN C-REAKTIF PROTEIN SEBAGAI PREDIKTOR KARSINOMA OVARIUM = THE ROLE OF PROCALCITONIN AND C-REACTIVE PROTEIN LEVELS AS PREDICTORS OF OVARIAN CARCINOMA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C055211005-Cover.jpg

Download (351kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C055211005-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (314kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C055211005-dp(FILEminimizer).pdf

Download (449kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C055211005-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 1 May 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Karsinoma ovarium merupakan salah satu keganasan ginekologi yang signifikan dengan peningkatan risiko seiring bertambahnya usia. Prokalsitonin dan C- Reaktif Protein (CRP) adalah penanda inflamasi yang diduga memiliki peran dalam patofisiologi karsinoma ovarium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar Prokalsitonin dan CRP sebagai prediktor pada karsinoma ovarium. Metode: Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 87 subjek yang terdiri dari 59 pasien karsinoma ovarium dan 28 pasien kista ovarium di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, RS Universitas Hasanuddin, dan RS Ibnu Sina Makassar. Kriteria inklusi adalah pasien yang terdiagnosis suspek karsinoma ovarium atau kista ovarium dan berusia ≥ 12 tahun. Metode pemeriksaan meliputi pengukuran kadar Prokalsitonin dan CRP secara ELISA. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square, uji Mann-Whitney, ROC untuk menentukan cutoff, sensitivitas, dan spesifisitas. Hasil: Prokalsitonin menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kasus karsinoma ovarium dengan nilai p=0.00 dan memiliki spesifisitas 89.8% dan sensitivitas 89.3%. Cut- off Prokalsitonin ≥ 0.16 ng/mL dengan AUC 0.95 menunjukkan OR 73.61 (CI 95% 17.00- 318.62). Prokalsitonin juga bermakna dalam menilai kejadian metastasis dengan cut-off ≥ 0.77 ng/mL, menunjukkan OR 5.19 (CI 95% 1.71-15.70) dengan p=0.04. Namun, CRP tidak menunjukkan signifikansi dalam membedakan populasi kanker dan non-kanker. Kesimpulan: Kadar Prokalsitonin meningkat pada karsinoma ovarium sehingga dapat dijadikan penanda dengan spesifisitas dan sensitivitas yang baik, khususnya pada karsinoma ovarium tanpa metastasis. C-Reaktif Protein tidak dapat digunakan untuk diferensiasi temuan massa ovarium.

Keyword : C-Reaktif Protein, Karsinoma Ovarium, Prokalsitonin.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: C-Reactive Protein, Ovarian Carcinoma, Procalcitonin.
Subjects: R Medicine > RD Surgery
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Obstetri Dan Ginekologi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 12 Jan 2026 06:39
Last Modified: 12 Jan 2026 06:39
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52455

Actions (login required)

View Item
View Item