SYAM, ANDI SAMIHA (2025) Gambaran Konsumsi Ultra Processed Food dan Gangguan Kecemasan pada Remaja dengan Status Gizi Lebih di SMAN 1 Bulukumba = Descriptif Study On Ultra Processed Food Consumption and Anxiety Disorder among Overnourished Adolescents At SMAN 1 Bulukumba. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K021211032-jiR6AuMvkTrYalH0-20250820101208.png
Download (125kB) | Preview
K021211032-1-2.pdf
Download (384kB)
K021211032-dp.pdf
Download (301kB)
K021211032-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 July 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang: Peningkatan konsumsi Ultra Processed Food (UPF) yang tinggi gula, lemak, dan rendah zat gizi esensial pada remaja menjadi faktor risiko munculnya gizi lebih dan gangguan kesehatan mental. Obesitas pada remaja tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berkaitan dengan risiko gangguan kecemasan yang dapat memengaruhi perkembangan remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran konsumsi UPF dan gangguan kecemasan pada remaja dengan status gizi lebih di SMAN 1 Bulukumba. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan di SMAN 1 Bulukumba. Sampel diperoleh dengan teknik total sampling sebanyak 98 remaja. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Semi Quantitative Food Frequency Questionaire (SQ-FFQ) untuk mengetahui konsumsi UPF selama satu bulan terakahir, The Youth Anxiety Measure for DSM-5 (YAM-5) untuk mengetahui adanya gejala gangguan kecemasan dan timbangan berat badan digital serta stadiometer untuk mengetahui berat badan dan tinggi badan responden. Hasil: Ditribusi status gizi lebih pada remaja lebih banyak pada kategori obesitas (69%) daripada overweight (31%). Jenis konsumsi yang paling banyak dikonsumsi oleh remaja adalah indomie, kecap, dan saos sambel. Konsumsi UPF remaja dengan status gizi lebih didapatkan bahwa paling banyak frekuensi konsumsinya pada kategori sering sebanyak 96% dengan jumlah konsumsi yang paling banyak berada di kategori rendah (<413 gr/hari). Serta didapatkan bahwa remaja dengan status gizi lebih mayoritas mengalami kecemasan dalam kategori sedang. Kesimpulan: Remaja dengan status gizi lebih sebagian besar mengonsumsi UPF dengan frekuensi sering dan dalam jumlah yang rendah, jenis UPF yang paling banyak dikonsumsi yaitu indomie, serta merasakan gejala gangguan kecemasan dalam kategori sedang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ultra Processed Food, Gangguan Kecemasan, Gizi Lebih, Remaja |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 06:31 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 06:31 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52450 |
