A, ASHY AMELIA ARISTA (2025) PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TOPIKAL LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DAN MADU TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA LASERASI PADA TIKUS WISTAR JANTAN: STUDI HISTOPATOLOGIS FIBROBLAS DAN PEMBENTUKAN KERATIN = COMPARATIVE EFFICACY OF TOPICAL ALOE VERA AND HONEY ON FIBROBLAST PROLIFERATION AND KERATIN FORMATION IN LACERATED WOUNDS OF WISTAR RATS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C045201005-Cover.png
Download (84kB) | Preview
C045201005-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (482kB)
C045201005-dp(FILEminimizer).pdf
Download (207kB)
C045201005-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas topikal Aloe vera dan madu terhadap penyembuhan luka laserasi pada tikus Wistar jantan, dengan fokus pada proliferasi fibroblas dan pembentukan keratin. Metode: Studi eksperimental randomized post-test control group ini melibatkan 54 tikus Wistar jantan. Luka laserasi (3 cm panjang, 0,5 cm dalam) diinduksi pada punggung tikus. Sampel dibagi menjadi empat kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (Prontosan Gel), Aloe vera (gel 98%), dan madu murni. Aplikasi topikal diberikan harian. Pengamatan histopatologis (jumlah fibroblas, pembentukan keratin, jembatan jaringan) dilakukan pada hari ke-7 dan ke-14. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA atau Kruskal-Wallis. Hasil: Jumlah fibroblas meningkat signifikan pada semua kelompok perlakuan (madu, Aloe vera, Prontosan Gel) dari hari ke-7 hingga ke-14, jauh melampaui kelompok kontrol yang cenderung menurun (p<0.05 pada hari ke-14). Secara deskriptif, kelompok Aloe vera menunjukkan rerata fibroblas tertinggi pada hari ke-14 (7.218±1.465), diikuti oleh Prontosan Gel (6.910±1.894) dan madu (6.545±2.791). Pembentukan keratin dan kepadatan jembatan jaringan juga menunjukkan peningkatan seiring waktu pada kelompok perlakuan, dengan kelompok Prontosan Gel menunjukkan pembentukan keratin lengkap pada hari ke-14 (100%), namun secara statistik tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan (p>0.05). Kesimpulan: Topikal Aloe vera dan madu efektif menstimulasi proliferasi fibroblas dan pembentukan keratin pada luka laserasi tikus. Meskipun ada variasi deskriptif, efektivitas ketiga agen perlakuan tidak berbeda signifikan, menunjukkan potensi mereka sebagai terapi ajuvan untuk penyembuhan luka.
Keyword : Luka laserasi, Aloe vera, Madu, Fibroblas, Keratin, Tikus Wistar.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Laceration Wounds, Aloe Vera, Honey, Fibroblasts, Keratin, Wistar Rats. |
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Bedah |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 05:19 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 05:19 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52423 |
