ABDULLAH, KOMARIAH (2025) Analisis Variasi Ekologi Dan Sosio-Demografi Terhadap Kejadian Malaria Di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Tahun 2019-2023 = Analysis Of Ecological And Socio-Demographic Variations On The Incident Of Malaria In Manokwari District, Province Of West Papua In 2019-2023. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K012231033-j6Au7RTDGxqNaEwI-20250805153144.jpg
Download (646kB) | Preview
K012231033-1-2.pdf
Download (3MB)
K012231033-dp.pdf
Download (712kB)
K012231033-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 July 2027.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Malaria merupakan penyakit menular yang menjadi masalah besar di wilayah tropis dan subtropis, terutama di negara-negara miskin. Kabupaten Manokwari mencatat angka kasus malaria tertinggi di Provinsi Papua Barat dengan 7.325 kasus dan angka parasitasi insiden sebesar 20,81 per 1.000 penduduk, jauh dari target eliminasi nasional tahun 2028. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi ekologi dan sosio-demografi kasus malaria di Kabupaten Manokwari Tahun 2019-2023. Metode. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain ekologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2024, dengan unit analisis sembilan kecamatan. Data jumlah kasus malaria dan variabel lingkungan dikumpulkan melalui observasi sekunder dari berbagai instansi terkait untuk periode 2019-2023. Analisis data yang dilakukan meliputi univariat, bivariat, dan spasial. Hasil. Tidak ditemukan hubungan antara kepadatan penduduk (p=0,864; r=0,067), kemiskinan (p=0,380; r= -0,333), karakteristik wilayah (p=0,380; r= -0,100), dan curah hujan (p=0,112; r=0,482) dengan kejadian malaria. Terdapat korelasi negatif antara rata-rata suhu dan kejadian malaria (p=0,027; r= -0,648), serta korelasi positif antara kelembapan dan kejadian malaria (p=0,022; r=0,649). Analisis spasial menunjukkan pola yang tidak konsisten, wilayah padat penduduk atau dengan tingkat kemiskinan rendah sering mencatat angka malaria yang tinggi, sementara wilayah pesisir dan dataran rendah cenderung memiliki kejadian malaria yang lebih tinggi dibandingkan dataran tinggi. Kesimpulan. Distribusi kejadian malaria di Manokwari menunjukkan variasi yang kompleks. Faktor suhu dan kelembapan berhubungan signifikan dengan kejadian malaria, sedangkan kepadatan penduduk, kemiskinan, karakteristik wilayah, dan curah hujan tidak menunjukkan hubungan konsisten. Studi ini menegaskan perlunya pendekatan analisis lebih lanjut untuk memahami dinamika malaria di daerah tersebut.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Spasial, Kejadian Malaria, Iklim, Sosio-demografi |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 02:30 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 02:30 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52391 |
