AWRA, GHINA ANISAH (2025) Pertemanan dalam Bingkai Suku Bugis-Makassar: Persepsi Masyarakat Suku Bugis Makassar terhadap Hubungan Pertemanan = Friendship Within the Framework of Bugis-Makassar Ethnicity: Perceptions of the Bugis-Makassar Community on Friendship Relationships. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C021211114-Cover.jpg
Download (410kB) | Preview
C021211114-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (237kB)
C021211114-dp(FILEminimizer).pdf
Download (213kB)
C021211114-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 1 August 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Hubungan pertemanan merupakan kebutuhan sosial bagi setiap individu dan dapat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya. Dalam konteks masyarakat Suku Bugis-Makassar, nilai-nilai seperti Siri’ na Pacce, Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge menjadi landasan dalam membentuk hubungan pertemanan ideal, yang menekankan pada solidaritas, penghormatan, dan empati. Namun, pada kenyataannya ditemukan adanya pergeseran nilai yang ditemukan pada masyarakat Suku Bugis-Makassar, khususnya dalam menjalin hubungan pertemanan, seperti kurang empati, bersikap keras kepala dan adu domba. Dengan adanya pergeseran ini dapat memengaruhi terjadinya perubahan sosial. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Suku Bugis-Makassar terhadap hubungan pertemanan. Metode. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan pendekatan indigenous. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode online qualitative survey dengan memberikan open-ended question kepada partisipan, yaitu masyarakat Suku Bugis-Makassar melalui Google Forms. Teknik penentuan partisipan yang digunakan, yaitu voluntary sampling dan diperoleh sebanyak 360 partisipan. Hasil. Pada penelitian diketahui bahwa sebanyak 52,2% partisipan memiliki pemahaman terhadap nilai Suku Bugis-Makassar yang memberikan pengajaran dalam menjalin hubungan pertemanan. Selain itu, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Suku Bugis-Makassar mempersepsikan hubungan pertemanan sebagai (1) Hubungan pertemanan merupakan hubungan yang yang terbentuk dari proses perkembangan relasi, memiliki tujuan, dan sebagai ikatan bermakna; (2) Hubungan pertemanan yang baik dicirikan sebagai hubungan yang memiliki kematangan emosional, berkomitmen, dan beretika; dan (3) Hubungan pertemanan yang buruk dicirikan sebagai hubungan yang didalamnya terjadi pengkhianatan, ketidakmatangan emosional, tidak seimbang, dan kurang kepedulian. Kesimpulan. Berdasarkan dari hasil temuan penelitian ini, dapat memberikan pemaknaan bahwa hubungan yang terjadi dalam Suku Bugis-Makassar tidak hanya dipandang sebagai relasi sosial biasa, melainkan sebagai ikatan yang didasarkan oleh nilai-nilai budaya, moral, dan emosional serta dapat memberikan penyadaran terhadap batasan dalam menjalin hubungan pertemanan agar tidak mengarah kepada pertemanan yang buruk.
Keyword : hubungan pertemanan; suku bugis-makassar; nilai budaya, persepsi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Friendship; bugis-makassar community; culture values, perception. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Psikologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 02:14 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 02:14 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52387 |
