DETERMINAN DAN ANALISIS SPASIAL DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA BALAI KARANTINA KESEHATAN KELAS II MANOKWARI PAPUA BARAT = DETERMINANTS AND SPATIAL ANALYSIS OF DENGUE HAEMOROGIC FEVER IN THE WORKING AREA OF THE CLASS II HEALTH QUARANTINE CENTER, MANOKWARI WEST PAPUA


RAHMAWATY, RAHMAWATY (2025) DETERMINAN DAN ANALISIS SPASIAL DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA BALAI KARANTINA KESEHATAN KELAS II MANOKWARI PAPUA BARAT = DETERMINANTS AND SPATIAL ANALYSIS OF DENGUE HAEMOROGIC FEVER IN THE WORKING AREA OF THE CLASS II HEALTH QUARANTINE CENTER, MANOKWARI WEST PAPUA. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
K012231026-3ALtJRK5DaXNT6fH-20250815145257.png

Download (459kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K012231026-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K012231026-dp.pdf

Download (61kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
K012231026-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 July 2027.

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

Rahmawaty. Determinan dan analisis spasial demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja balai karantina kesehatan kelas II manokwari papua barat Latar Belakang. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan ancaman kesehatan global yang masih terus berlanjut, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia. Pada tahun 2024, lebih dari 7,6 juta kasus dilaporkan di seluruh dunia, dengan Indonesia sebagai salah satu kontributor utama. Provinsi Papua Barat mengalami tren peningkatan, mencatat 950 kasus yang dicurigai pada tahun 2023, dengan insiden tinggi di Kabupaten Teluk Wondama dan Fakfak. Zona operasional pelabuhan dan bandara yang berada di bawah yurisdiksi Balai Karantina Kesehatan Kelas II Manokwari dianggap sebagai daerah berisiko tinggi karena mobilitas yang tinggi dan potensi penularan vektor. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor determinan kejadian DBD dan melihat pola distribusi spasial kasus di wilayah kerja Balai Karantina Kesehatan Manokwari, Papua Barat. Metode. Penelitian observasional analitik menggunakan desain kasus-kontrol dilakukan dengan analisis spasial. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lingkungan, dan survei entomologi. Variabel yang diamati meliputi penggunaan obat anti nyamuk, perilaku pengendalian vektor (PSN), konsumsi buah merah (Pandanus conoideus), pemasangan kawat kasa pada jendela, praktik pemantauan jentik, pelaksanaan pengasapan (fogging), dan sistem pembuangan air limbah domestik (SPALD). Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan regresi logistik bivariat dan multivariat untuk menentukan faktor risiko yang signifikan. Pola spasial dianalisis menggunakan GIS untuk mendeteksi pengelompokan dan zona risiko. Hasil. Kepadatan larva yang tinggi merupakan faktor penentu terkuat terjadinya DBD, dengan odds ratio (OR) yang telah disesuaikan sebesar 7,837 (95% CI: 3,440-11,716; p<0,001). Sementara analisis bivariat dari SPALD memberikan hasil yang tidak signifikan (OR CI termasuk 1), regresi multivariat mengkonfirmasi hubungan yang signifikan dengan kejadian DBD (p=0,006). Analisis spasial menunjukkan adanya pengelompokan kasus DBD di daerah penyangga dalam radius 2 km dari pusat transportasi utama, yang mengindikasikan adanya potensi peran mobilitas manusia dan migrasi vektor dalam dinamika penularan. Kesimpulan. DBD di daerah penyangga karantina Manokwari secara signifikan terkait dengan kepadatan larva yang tinggi dan pengelolaan air limbah yang buruk. Kondisi lingkungan di dekat pelabuhan dan bandara berkontribusi terhadap pengelompokan kasus secara spasial. Rekomendasi. Manajemen vektor terpadu harus memprioritaskan pengendalian larva dan perbaikan infrastruktur air limbah di zona berisiko tinggi. Sistem surveilans harus menggabungkan data spasial untuk menargetkan tindakan pencegahan secara efektif. Memperkuat kolaborasi lintas sektoral antara kantor karantina kesehatan dan pemerintah daerah sangat penting untuk memitigasi penularan DBD di daerah yang berpusat pada mobilitas.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Analisis Spasial, Kepadatan Jentik, Sistem Air Limbah.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 09 Jan 2026 02:07
Last Modified: 09 Jan 2026 02:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52382

Actions (login required)

View Item
View Item