NURFAUZIAH, NURFAUZIAH (2025) HUBUNGAN PANJANG BOBOT DAN FAKTOR KONDISI IKAN SEBELAH (ORDO PLEURONECTIFOMES ) YANG TERTANGKAP TRAWL- MINI DI SEKITAR PULAU SABUTUNG, KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN = The Relationship Between Length and Weight and Condition Factors of Flathead Fish (Order Pleuronectifomes) Caught by Mini-Trawlers Around Sabutung Island, Pangkep Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L021211043-pQDMiBxZdhvNH2YV-20250724080949.jpg
Download (293kB) | Preview
L021211043-1-2.pdf
Download (206kB)
L021211043-dp.pdf
Download (133kB)
L021211043-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki potensi sumber daya perikanan dan kelautan yang signifikan, didukung oleh keanekaragaman hayati perairannya. Salah satu wilayah potensial tersebut adalah Pulau Sabutung, yang terletak di Desa Mattiro Kanja, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara. Ikan sebelah merupakan ikan demersal bernilai ekonomi tinggi dan potensial dikembangkan sebagai sumber daya perikanan. Jenis ini termasuk dalam ordo Pleuronectiformes yang terdiri atas 8 famili, dan di perairan indonesia telah teridentifikasi sekitar 123 spesie. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi ikan sebelah serta meninjau dampak penggunaan alat tangkap trawl-mini terhadap populasi ikan di perairan Pulau Sabutung. Metode. Pengambilan sampel ikan sebelah dilakukan dengan menggunakan alat tangkap trawl-mini dimana ada sekitar 193 ekor ikan sebelah yang diperoleh. Penelitian ini berlangsung mulai dari Desember 2024 sampai februari 2025. Hasil. Analisis hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi tiga spesies ikan sebelah (ordo Pleuronectiformes) hasil tangkapan trawl-mini di perairan Pulau Sabutung. Hasil menunjukkan variasi pola pertumbuhan antar spesies, yakni alometrik negatif pada Laeops parviceps (b = 1,6447), alometrik positif pada Psettodes erumei (b = 4,4492), dan analisis tidak dilakukan pada Samariscus filipectoralis karena jumlah sampel tidak mencukupi. Nilai faktor kondisi tertinggi diperoleh pada spesies Laeops parviceps dengan rerata 1,0606 ± 0,0197, yang mencerminkan status fisiologis yang optimal, ditandai dengan proporsi massa tubuh terhadap panjang total yang proporsional. Sebaliknya, ikan Psettodes erumei memiliki nilai rata-rata faktor kondisi yang sangat rendah, yaitu antar 0,000036 hingga 0,000001. Nilai ini menujukkan bahwa kondisi tubuh ikan cenderung kurus dan kurang sehat. Penggunaan alat tangkap trawl-mini diduga berkontribusi terhadap ketidakseimbangan populasi, terganggunya pertumbuhan optimal ikan, dan menurunnya kualitas ekosistem laut. Kesimpulan. Hubungan panjang-bobot ikan sebelah di perairan Pulau Sabutung menunjukkan variasi pola pertumbuhan antar spesies, Laeops parviceps menunjukkan pertumbuhan alometrik negatif dengan kondisi tubuh bervariasi, sedangkan Psettodes erumei menujukkan pola pertumbuhan alometrik positif dengan kondisi tubuh seragam dan mendekati ideal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | flatfish, length-weight, condition factor, mini trawl, Sabutung Island |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 06:47 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 06:47 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52346 |
