ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KECAMATAN BARRU = ANALYSIS OF RISK FACTORS FOR TYPE 2 DIABETES MELITUS INCEDENCE IN BARRU DISTRICT


NATSIR, RIZKA (2025) ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KECAMATAN BARRU = ANALYSIS OF RISK FACTORS FOR TYPE 2 DIABETES MELITUS INCEDENCE IN BARRU DISTRICT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
K012231001-HtdfIgMwQK4a2FiD-20250819111540.jpg

Download (860kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K012231001-1-2.pdf

Download (642kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K012231001-dp.pdf

Download (137kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
K012231001-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 July 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Kecamatan Barru. Penyakit ini sering tidak terdiagnosis dini dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian DMT2 berdasarkan usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, riwayat keturunan, dan indeks massa tubuh (IMT) di Kecamatan Barru. Metode.Penelitian menggunakan desain case-control observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 128 responden (64 kasus dan 64 kontrol) diambil secara acak sederhana (simple random sampling). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan rekam medis, lalu dianalisis menggunakan regresi logistik multivariat. Hasil. Faktor risiko yang secara signifikan berhubungan dengan kejadian DMT2 antara lain usia ≥ 40 tahun (OR = 3, 08; CI = 1,35 – 7,01), laki-laki (OR = 2,60; CI = 1,27 – 5,32), tidak beraktivitas fisik (OR = 3,04; CI = 1,46 – 6,31), perokok (OR = 3,08; CI = 1,48 – 6,42), memiliki riwayat keturunan DM (OR = 2, 94; CI = 1,40 – 6,17), dan IMT gemuk (OR 3, 92; CI = 1,59 – 9,65). Nilai Pseudo R² sebesar 28,22% menunjukkan kontribusi gabungan faktor-faktor tersebut terhadap kejadian DMT2. Kesimpulan. Usia lanjut, jenis kelamin laki-laki, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, riwayat keluarga, dan obesitas merupakan faktor risiko utama DMT2 di Kecamatan Barru. Intervensi promotif dan preventif diperlukan untuk mengurangi angka kejadian DMT2.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Faktor Risiko, Usia, Aktivitas Fisik, IMT, Kecamatan Barru
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 08 Jan 2026 02:48
Last Modified: 08 Jan 2026 02:48
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52332

Actions (login required)

View Item
View Item