ELAYYAN, ALI AMER MUSTAFA (2025) Analisis Epidemiologi dan Demografi Skizofrenia dan Gangguan Skizoafektif di Rumah Sakit Dadi Makassar (2023–2024): Studi Deskriptif = Epidemiological and Demographic Analysis of Schizophrenia and Schizoaffective Disorder at Dadi Hospital Makassar (2023–2024): A Descriptive Study. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011211288-Cover.png
Download (375kB) | Preview
C011211288-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (225kB)
C011211288-dp(FILEminimizer).pdf
Download (52kB)
C011211288-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 8 August 2027.
Download (616kB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Skizofrenia dan gangguan skizoafektif merupakan gangguan psikiatri kronis yang secara signifikan menurunkan kualitas hidup dan memberikan beban besar pada sistem layanan kesehatan. Meskipun memiliki dampak yang besar, data epidemiologi spesifik wilayah di Indonesia Timur masih terbatas, khususnya di RSJ Dadi Makassar yang merupakan rumah sakit rujukan utama untuk layanan kesehatan jiwa. Tujuan: Mendeskripsikan karakteristik epidemiologi dan demografi pasien dengan diagnosis skizofrenia dan gangguan skizoafektif di RSJ Dadi Makassar pada tahun 2023–2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang deskriptif dengan data sekunder dari rekam medis rumah sakit, mencakup seluruh pasien yang didiagnosis skizofrenia atau gangguan skizoafektif pada tahun 2023 (n = 1.249) dan 2024 (n = 1.187). Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, provinsi asal, tingkat pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, agama, dan lama perawatan. Analisis dilakukan dengan distribusi frekuensi dan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara diagnosis dan faktor demografi. Hasil: Skizofrenia merupakan diagnosis terbanyak pada kedua tahun penelitian (78,8% pada 2023; 78,0% pada 2024), diikuti gangguan skizoafektif (21,2% dan 22,0%). Kedua gangguan lebih banyak ditemukan pada pasien laki-laki dan kelompok usia 25–64 tahun. Sebagian besar pasien berasal dari Sulawesi Selatan, memiliki tingkat pendidikan rendah, dan tidak bekerja. Terdapat hubungan yang signifikan antara diagnosis dengan tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan lama perawatan pada kedua tahun. Banyak pasien memerlukan rawat inap lebih dari 90 hari, mencerminkan sifat kronis kedua gangguan ini. Kesimpulan: Skizofrenia tetap menjadi gangguan psikotik yang paling dominan di RSJ Dadi Makassar, dengan gangguan skizoafektif menempati proporsi yang cukup besar. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi deteksi dini, layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas, serta intervensi sosial-ekonomi yang tepat sasaran untuk mengurangi beban dan meningkatkan luaran pasien.
Keyword : Skizofrenia, Gangguan Skizoafektif, Epidemiologi, Analisis Demografi, Indonesia, Kesehatan Jiwa.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Schizophrenia, Schizoaffective Disorder, Epidemiology, Demographic Analysis, Indonesia, Mental Health. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 00:52 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 00:52 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52278 |
