Karateristik Penderita Tuberkulosis Paru Multidrug Resistant Tuberkulosis (MDR-TB) di Balai Paru Kota Makassar Periode Januari – Desember 2023 = Characteristics of Patients with Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) at the Makassar City Lung Center for the Period of January – December 2023


RAMADHAN, FAWWAZ AYMAN (2025) Karateristik Penderita Tuberkulosis Paru Multidrug Resistant Tuberkulosis (MDR-TB) di Balai Paru Kota Makassar Periode Januari – Desember 2023 = Characteristics of Patients with Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) at the Makassar City Lung Center for the Period of January – December 2023. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C011211018-Cover.jpeg

Download (380kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C011211018-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (607kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C011211018-dp(FILEminimizer).pdf

Download (305kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C011211018-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 11 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: Tuberculose Multidrugs Resistant (TB-MDR) adalah salah satu jenis resistensi tuberkulosis terhadap minimal dua obat anbiok tuberkulosis garis pertama, yaitu Isoniazid (INH) dan Rifampicin (RMP) dengan atau tanpa resisten terhadap Obat An Tuberkulosis (OAT). Pada tahun 2022 secara global estimasi pasien dengan TB-MDR yaitu sebanyak 410.000 kasus. Di Indonesia tahun 2021 jumlah kasus TB-MDR 28.000 atau 10 per 100.000 penduduk dan 520 kasus terkonfirmasi dari 907 estimasi pasien dengan TB-MDR di Sulawesi Selatan per tahun 2022. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien MDR-TB di Balai Paru Kota Makassar berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat komorbid, riwayat pengobatan TB sebelumnya, lama pengobatan, dan riwayat kontak pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan menggunakan desain cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan dengan statistik deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Data sekunder rekam medis 60 pasien MDR-TB di Balai Paru Kota Makassar periode Januari – Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi oleh kelompok usia 20 – 40 tahun sebesar 45%, dengan distribusi jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki 34%.Mayoritas pekerjaan pasien yaitu lain-lain (buruh, peternak/nelayan, dan SPG) sebanyak 20%. Distribusi pasien dengan riwayat komorbid terbanyak yaitu pasien yang tidak memiliki riwayat komorbid, sebanyak 85%. Pasien dengan distribusi lamanya pengobatan terbanyak yaitu 1-4 bulan atau 31,7%. Pasien kambuh adalah pasien terbanyak berdasarkan riwayat pengobatan TB sebelumnya yaitu 35%. Dan untuk distribusi berdasarkan riwayat kontak, pasien terbanyak adalah pasien tanpa riwayat kontak sebanyak 63,3%. Kesimpulan dan saran : Bagi pihak Balai Paru Kota Makassar, disarankan untuk melengkapi data rekam medis setiap pasien secara sistematis dan menyeluruh. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses pendataan dan analisis pada penelitian-penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan kasus MDR-TB. Bagi masyarakat umum, khususnya mereka yang sedang menjalani pengobatan tuberkulosis, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya MDR-TB. Pemahaman yang baik mengenai kriteria dan risiko MDR-TB sangat penting agar pengobatan dapat dijalani secara tuntas dan komplikasi yang lebih parah dapat dicegah sejak dini.

Kata kunci: Tuberkulosis, Paru-paru, Multidrug-Resistan Tuberkulosis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tuberculosis, Lung, Multidrug-Resistant Tuberculosis.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 06 Jan 2026 07:20
Last Modified: 06 Jan 2026 07:20
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52266

Actions (login required)

View Item
View Item