Hubungan antara Jenis Sedimen dengan Kondisi Lamun Di Pulau Sanrobengi, Desa Boddia, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan = The Relationship Between Sediment Types and Seagrass Conditions on Sanrobengi Island, Boddia Village, Galesong District, Takalar Regency, South Sulawesi


AGUSTRIA, HERVIKA VINA (2025) Hubungan antara Jenis Sedimen dengan Kondisi Lamun Di Pulau Sanrobengi, Desa Boddia, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan = The Relationship Between Sediment Types and Seagrass Conditions on Sanrobengi Island, Boddia Village, Galesong District, Takalar Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L011211031-Rsk89AxmyQMfaCh4-20250819083251.jpg

Download (381kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L011211031-1-2.pdf

Download (830kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L011211031-dp.pdf

Download (169kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
L011211031-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 May 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Padang lamun merupakan ekosistem penting yang berada dekat dengan pesisir dan berperan besar dalam kehidupan perairan laut dangkal. Penelitian ini dilakukan di Pulau Sanrobengi, Desa Boddia, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar pada Februari 2025, dengan tujuan untuk mengetahui jenis sedimen, kondisi lamun (komposisi jenis, kerapatan, dan persentase tutupan), serta hubungan antara keduanya. Sampel air, sedimen, dan lamun diambil di tiga stasiun. Hasil pengukuran menunjukkan pasang surut bertipe harian tunggal (diurnal) dengan tinggi pasang maksimum 2 m dan surut minimum 0,81 m. Sedimen didominasi pasir kasar (0,5–1 mm), tanpa perbedaan signifikan antar stasiun (p = 0,105). Kerapatan lamun tercatat 38,0 ind/m² (Stasiun 1), 104,2 ind/m² (Stasiun 2), dan 52,4 ind/m² (Stasiun 3). Persentase tutupan masing-masing sebesar 10%, 22%, dan 16%, tergolong tutupan jarang, juga tanpa perbedaan signifikan (p = 0,189). Ditemukan dua jenis lamun, yaitu Enhalus acoroides (dominan) dan Cymodocea rotundata. Distribusi keduanya bervariasi di tiap stasiun. Berdasarkan KepMen LH No. 200 Tahun 2004, kondisi lamun tergolong rusak. Meskipun tidak ditemukan hubungan signifikan antara jenis sedimen dan kondisi lamun, beberapa parameter oseanografi menunjukkan korelasi terhadap kerapatan lamun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: lamun, sedimen, kerapatan, sanrobengi
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 06 Jan 2026 03:10
Last Modified: 06 Jan 2026 03:10
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52240

Actions (login required)

View Item
View Item