JANNA, USLIFATUL (2025) Analisis Faktor Risiko Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Unit Raw Mill Kiln Coal Mill (RKC) IV PT. Semen Tonasa Pangkep = Risk Factor Analysis of Workplace Accidents Among Workers at the Raw Mill Kiln Coal Mill (RKC) IV Unit of PT. Semen Tonasa. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K011211098- Cover.jpg
Download (264kB) | Preview
K011211098-1-2.pdf
Download (343kB)
K011211098-dp.pdf
Download (170kB)
K011211098-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 August 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Kecelakaan kerja menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan dalam industri. Kecelakaan kerja didefinisikan oleh World Health Organization (WHO) sebagai kejadian yang tidak dipersiapkan yang menyebabkan cedera. PT. Semen Tonasa merupakan salah satu perusahaan industri dengan proses kerja yang kompleks dan penggunaan alat-alat kerja berat yang menjadikan lingkungan kerjanya memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian kecelakaan kerja pada pekerja unit RKC IV PT. Semen Tonasa Pangkep. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah metode case control. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini sebesar 60 responden pada pekerja unit RKC IV PT. Semen Tonasa Pangkep. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang kemudian di analisis uji statistik secara univariat dan bivariat. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa umur tua (p=0,043; OR=8,143), pengetahuan kurang (p=0,014; OR=4,889), tindakan tidak aman (p=0,000; OR=14,143), dan pelatihan K3 kurang (p=0,031; OR=3,955) merupakan faktor risiko kecelakaan kerja pada pekerja di Unit RKC IV PT. Semen Tonasa Pangkep. Penggunaan APD (p=0043; OR=8,143; 95% Cl= 0,398-11,917) dan kondisi tidak aman (p=0043; OR=8,143; 95% Cl= 0,398-11,917) merupakan faktor risiko kecelakaan kerja, walaupun secara statistik tidak bermakna signifikan. Kesimpulan: Umur tua, pengetahuan kurang, tindakan tidak aman, pelatihan K3 kurang merupakan faktor risiko kecelakaan kerja. Penggunakan APD kurang lengkap dan kondisi tidak aman juga merupakan faktor risiko kecelakaan kerja meskipun secara statistik tidak bermakna signifikan. Untuk itu perlu peningkatan pengawasan K3 pada pekerja dan perlu dilakukan pelatihan K3 untuk meningkatkan pemahaman pekerja.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kecelakaan kerja, tindakan tidak aman, pelatihan K3, pengetahuan. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 04:58 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 04:58 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52103 |
