NOVAJAYANTI, ANDI (2025) Hubungan Sosial-Budaya Dengan Pemberian ASI Ekslusif di Puskesmas Cempae Kota Parepare = Socio-Cultural Relationship With Exclusive Breastfeeding in Cempae Public Health Center, Parepare City. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K011211064-ZYRS8w3t7zejMNcO-20250819143252.jpg
Download (316kB) | Preview
K011211064-1-2.pdf
Download (4MB)
K011211064-dp.pdf
Download (224kB)
K011211064-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 August 2027.
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kota Parepare masih berada di bawah target nasional, sementara praktik pemberian makanan tambahan sebelum bayi berusia enam bulan masih sering dijumpai karena pengaruh norma sosial dan kepercayaan tradisional yang kuat di masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan ibu, dukungan suami, norma masyarakat, dan praktik perawatan anak dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Cempae Kota Parepare. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 135 ibu yang memiliki anak usia 6–23 bulan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur, dan penelitian dilaksanakan pada Mei-Juni 2025 di wilayah kerja Puskesmas Cempae. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Hasil: Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan ibu (p=0,001), dukungan suami (p=0,001), norma masyarakat (p=0,001), dan praktik perawatan (p=0,001) dengan pemberian ASI eksklusif. Ibu dengan pendidikan rendah, minim pengaruh norma dan praktik perawatan yang tidak mendukung cenderung tidak memberikan ASI eksklusif. Hal ini memperlihatkan bahwa faktor sosial budaya berperan besar dalam keberhasilan praktik menyusui. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh kondisi sosial dan budaya ibu. Diperlukan edukasi yang intensif dan terarah sesuai karakteristik ibu, melibatkan suami, keluarga, dan tokoh masyarakat, serta mengoreksi norma dan praktik perawatan yang keliru agar cakupan ASI eksklusif dapat meningkat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sosial Budaya, ASI Ekslusif, Stunting, Ibu menyusui |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 04:45 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 04:45 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52095 |
