LUTHFIAH, LUTHFIAH (2025) HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INDIVIDU DAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA UNIT TRANSFUSI DARAH (UTD) DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI SELATAN = THE RELATIONSHIP BETWEEN INDIVIDUAL FACTORS AND WORK POSTURE WITH MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) COMPLAINTS AMONG BLOOD TRANSFUSION UNIT (BTU) WORKERS AT THE PROVINCIAL HEALTH OFFICE OF SOUTH SULAWESI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K011211043-1QoihuFcZxYtIHaX-20250814164706.jpg
Download (410kB) | Preview
K011211043-1-2.pdf
Download (381kB)
K011211043-dp.pdf
Download (224kB)
K011211043-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 December 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) menjadi masalah umum yang dialami oleh pekerja diberbagai sektor termasuk sektor kesehatan, umumnya diakibatkan postur kerja yang tidak ergonomis dan berbagai faktor individu. Kondisi ini berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup pekerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor individu dan postur kerja dengan keluhan MSDs pada pekerja UTD Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja UTD Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan berjumlah 80 orang yang diambil dengan metode exhaustive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakterisik individu, Lembar Nordic Body Map dan Lembar Observasi ROSA. Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square menggunakan SPSS. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa usia tua rentan mengalami MSDs (p=0,001; p ˂ 0,05), jenis kelamin antara perempuan dan laki-laki tidak menunjukkan perbedaan (p=0,163; p ˃0,05), Indeks massa tubuh yang tidak normal mempengaruhi terjadinya MSDs (p=0,003; p ˂ 0,05), Masa Kerja pekerja yang lebih 5 tahun lebih banyak mengalami MSDs (p=0,009; p ˂ 0,05), Lama kerja pekerja tidak menimbulkan perbedaan dari yang bekerja secara berlebih dan normal (p=0,581; p ˃ 0,05) dan seluruh responden mengalami postur kerja yang berisiko dengan keluhan Musculoskeletal Disorders. Responden mayoritas mengalami keluhan MSDs pada bagian punggung dengan persentase sakit 30,00%, pinggang sebesar 18,75%, dan bokong sebesar 17,50%. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia, indeks massa tubuh, postur kerja, masa kerja dengan keluhan MSDs dan Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan lama kerja degan keluhan MSDs. Sebagai saran diperlukan upaya perbaikan postur kerja melalui pelatihan ergonomi serta pemberian fasilitas kerja yang mendukung kenyamanan pekerja dan peregangan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Musculoskeletal Disorders, Faktor Individu, Postur Kerja, Ergonomi. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 01:48 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 01:48 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52069 |
