SALIM, ANDI RAHAYU MUTIARA (2025) Analisis Kandungan Kuersetin Kalus Dan Daun Kopi Arabika Coffea arabica L. Menggunakan Metode High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) = Analysis of Quercetin Content in Callus and Leaf of Arabica Coffee Coffea arabica L. Using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
H041211074-lmo4CADScUsNKyvH-20250725144132.jpg
Download (321kB) | Preview
H041211074-1-2.pdf
Download (106kB)
H041211074-dp.pdf
Download (135kB)
H041211074-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 July 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kopi Arabika Coffea arabica L. merupakan tanaman yang kaya akan metabolit sekunder, salah satunya flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Daunnya diketahui mengandung kuersetin dalam jumlah tinggi. Seiring dengan berkembangnya teknologi kultur jaringan, kalus jaringan tanaman dapat digunakan sebagai alternatif produksi senyawa bioaktif. Namun, sejauh ini masih terbatas informasi mengenai perbandingan kandungan kuersetin antara jaringan daun dan kalus dari Coffea arabica L. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan membandingkan kadar kuersetin pada kedua jaringan menggunakan metode High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). Tujuan. Menganalisis perbandingan kandungan senyawa kuersetin pada jaringan kalus dan daun Coffea arabica L. serta menguji efektivitas metode High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) dalam deteksi dan kuantifikasi kuersetin secara kualitatif dan kuantitatif. Metode. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap: 1) pengambilan dan preparasi sampel kalus dan daun kopi Arabika, 2) ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, 3) analisis kualitatif dan kuantitatif kandungan kuersetin menggunakan HPLC. Hasil. Hasil analisis HPLC menunjukkan bahwa kuersetin terdeteksi dalam ekstrak daun dengan rerata kadar sebesar 43,71 mg/g atau 4,371%, sedangkan pada ekstrak kalus tidak terdeteksi kandungan kuersetin. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan daun yang telah terdiferensiasi memiliki kemampuan biosintesis metabolit sekunder yang lebih tinggi dibandingkan kalus. Kesimpulan. Kandungan kuersetin pada sampel daun diperoleh sebesar 43,71 mg/g atau 4,371%, sedangkan pada sampel kalus tidak terdeteksi senyawa kuersetin di dalamnya. Metode High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) terbukti memiliki tingkat akurasi tinggi dalam mengidentifikasi serta kuantifikasi senyawa kuersetin, terutama untuk jaringan yang memiliki aktivitas biosintesis tinggi seperti daun.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Coffea arabica L.; Flavonoid; Kuersetin; Kalus; Daun; HPLC |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 02:03 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 02:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52030 |
