RAMLI, ANDI KIREY ANANDA REGITA (2025) Analisis Kandungan Flavonoid pada Biji Kopi Robusta Coffea canephora L. Berdasarkan Kematangan Buah yang Dihasilkan Melalui Metode Semi-Wash Process dengan Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis = Analysis of Flavonoid Content in Robusta Coffee Beans Coffea canephora L. Based on Fruit Maturity Processed Using the Semi-Wash Method and Analyzed with UV-Vis Spectrophotometry. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
H041211070-qaXusxT4LEmciQeB-20250728150633.jpeg
Download (129kB) | Preview
H041211070-1-2.pdf
Download (202kB)
H041211070-dp.pdf
Download (169kB)
H041211070-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 August 2027.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kopi merupakan salah satu komoditas utama Indonesia yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid. Kandungan flavonoid dalam kopi dapat dipengaruhi oleh tingkat kematangan buah serta metode pengolahan pascapanen. Tujuan. Menentukan kadar flavonoid pada biji kopi robusta Coffea canephora L. berdasarkan tingkat kematangan buah, yaitu buah hijau (belum matang) dan buah merah (matang), yang dihasilkan melalui metode Semi-Wash Process serta menganalisis pengaruh tingkat kematangan buah (buah hijau dan buah merah) terhadap kadar flavonoid pada biji kopi robusta Coffea canephora L. Metode. Sampel biji kopi diambil dari buah kopi buah merah dan hijau, kemudian diolah menjadi green bean. Ekstraksi flavonoid dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Uji kualitatif dilakukan menggunakan reagen Pb asetat, dan uji kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan kuersetin sebagai larutan standar. Hasil. Uji kualitatif menunjukkan seluruh sampel positif mengandung flavonoid, ditandai dengan terbentuknya endapan kuning. Uji kuantitatif menunjukkan bahwa biji kopi dari buah hijau memiliki kadar flavonoid lebih tinggi (0,7320%) dibandingkan buah merah (0,7238%). Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kematangan buah kopi robusta Coffea canephora L. yang dihasilkan melalui metode semi-wash process berpengaruh signifikan terhadap kadar flavonoid yang terkandung dalam biji kopi. Hasil analisis menunjukkan bahwa biji kopi dari buah hijau (belum matang) memiliki kadar flavonoid yang lebih tinggi (0,7320%) dibandingkan dengan biji dari buah merah (matang) sebesar 0,7238%. Kandungan flavonoid yang lebih tinggi pada buah hijau dikarenakan aktivitas metabolit sekunder yang lebih aktif pada tahap pertumbuhan awal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kopi Robusta Coffea canephora L, Flavonoid, Kematangan Buah, Semi-Wash Process, Spektrofotometri UV-Vis. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 01:50 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 01:50 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52024 |
