NATALI, LIDIA (2025) Optimasi Penggunaan TIS (Temporary Immersion System) dan Media Padat pada Multiplikasi Pelawan (Tristaniospsis sp.) Secara In Vitro = Optimization of the Use of TIS (Temporary Immersion System) and Solid Media in In Vitro Multiplication of Pelawan (Tristaniospsis sp.). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M021211022-WzJ7KmY8sDL5Ikt1-20250801141108.jpg
Download (166kB) | Preview
M021211022-1-2.pdf
Download (543kB)
M021211022-dp.pdf
Download (349kB)
M021211022-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Pohon pelawan (Tristaniopsis sp.) merupakan salah satu tumbuhan berkayu yang berasal dari family Myrtaceae yang tersebar di hutan Bangka Belitung. Kultur jaringan atau kultur secara in vitro adalah suatu metode atau teknik perbanyakan tanaman dengan mengisolasi sel, jaringan dan organ tanaman yang kemudian ditumbuhkan pada media buatan yang mengandung nutrisi dan zat pengatur tumbuh (ZPT) dalam kondisi aseptik. Tujuan. melihat perbandingan pertumbuhan tanaman pelawan yang menggunakan aplikasi TIS dengan media padat serta mendapatkan konsentrasi ZPT BAP yang tepat pada media DKW dalam kultur tanaman pelawan. Metode. Penelitian dibagi lima tahap, yaitu: 1) Persiapan alat dan bahan; 2) Sterilisasi alat dan bahan); 3) Pembuatan media; 4) Penanaman; 5) Pengamatan jumlah daun, tunas dan akar. Media yang digunakan adalah media Driver and Kaniyuki Walnut (DKW) dengan beberapa konsentrasi Benzyl Amino Purine (BAP). Hasil. Media terbaik dalam pertumbuhan daun dan tunas dari media TIS dan media padat adalah kombinasi media DKW+BAP 0,5 ppm. Media TIS secara signifikan lebih efektif dibandingkan media padat dalam merangsang pertumbuhan daun dan tunas. Rata-rata pertumbuhan daun tertinggi diperoleh dari P7 dengan jumlah 92 helai, sementara pada media padat adalah P3 dengan rata-rata 55,67 helai. Pada pertumbuhan tunas, media P7 juga menunjukkan hasil yang lebih baik dengan rata-rata 13,33 tunas sedangkan media padat P3 rata-ratanya hanya 10 tunas. Media yang mampu merangsang pertumbuhan akar hanya media yang tidak diberikan hormon ZPT BAP. Jumlah rata-rata akar yang muncul pada media TIS dan media padat sama, yaitu 3,67. Kesimpulan. ZPT BAP efektif dalam tahap multiplikasi karna berpengaruh terhadap inisiasi tunas, panjang tunas, dan juga memicu pembentukkan tunas samping, pelebaran daun dan merangsang pembentukkan pucuk. Penggunaan TIS memberikan hasil yang lebih optimal dalam multiplikasi pelawan. Kombinasi media DKW+BAP 0,5 ppm merupakan media terbaik dari media TIS maupun media padat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kultur jaringan; Pelawan; Temporary Immersion System; DKW; BAP; Multiplikasi |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 00:45 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 00:45 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51929 |
