Analisis Dampak Budaya Pantang Memakai Alas Kaki (Barefoot) Terhadap Risiko Diabetic Foot Ulcer pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Adat Ammatoa Kajang = Analysis of the Impact of The Culture of Avoiding Footwear (Barefoot) on The Risk of Diabetic Foot Ulcer In People Diabetes Melitus Tipe 2 In The Ammatoa Kajang Traditional Region


JIBRIL, JIBRIL (2025) Analisis Dampak Budaya Pantang Memakai Alas Kaki (Barefoot) Terhadap Risiko Diabetic Foot Ulcer pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Adat Ammatoa Kajang = Analysis of the Impact of The Culture of Avoiding Footwear (Barefoot) on The Risk of Diabetic Foot Ulcer In People Diabetes Melitus Tipe 2 In The Ammatoa Kajang Traditional Region. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
R012231035-ET37UytdveAiRwSC-20250413103434.jpg

Download (227kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
R012231035-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
R012231035-dp.pdf

Download (278kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
R012231035-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 March 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: Penyandang Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) direkomendasikan untuk memakai alas kaki. Namun, masyarakat di wilayah adat Ammatoa Kajang memiliki ciri khas budaya pantang memakai alas kaki. Tujuan: Membandingkan risiko DFU antara kelompok risiko (pantang memakai alas kaki) dengan kelompok non risiko (memakai alas kaki) pada penyandang DMT2 di wilayah adat Ammatoa Kajang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observational analitic dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari penyandang DMT2 dengan kelompok risiko dan kelompok non risiko. Penelitian ini dilakukan secara langsung kepada responden di wilayah adat yang masih memegang teguh norma budaya setempat. Penilaian risiko menggunakan stratifikasi IWGDF 2023. Dokumentasi visual inspeksi kaki pasien dilakukan melalui sketching, mengingat larangan penggunaan alat dokumentasi elektronik di wilayah adat Ammatoa Kajang. Hasil: Kelompok pantang memakai alas kaki lebih berisiko DFU dibanding dengan kelompok yang memakai alas kaki, dengan nilai p=0.022 berdasarkan uji mann-whitney. Kesimpulan: Pantang memakai alas kaki merupakan bagian penting dari norma dan budaya setempat meningkatkan risiko DFU pada penyandang DMT2.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Budaya, pantang memakai alas kaki, risiko DFU, Diabetes Melitus tipe 2
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 22 Dec 2025 07:18
Last Modified: 22 Dec 2025 07:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51920

Actions (login required)

View Item
View Item