HENRIWATI, HENRIWATI (2025) efektivitas terapi kombinasi chewing gum and early mobilization terhadap percepatan pemulihan peristaltik usus pasca operasi laparatomi di rsud mokopido toli-toli = the effectiveness of combination therapy chewing gum and early mobilization recovery of intestinal peristaltic post laparatomy. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
R012231020-9qRD3cNA4HlkrXyd-20250502104609.png
Download (30kB) | Preview
R012231020-1-2.pdf
Download (681kB)
R012231020-dp.pdf
Download (386kB)
R012231020-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 April 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Pendahuluan: Laparotomi adalah prosedur bedah yang umum dilakukan dengan risiko tinggi mengalami komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk ileus sementara yang dapat memperpanjang masa rawat inap di rumah sakit. Mengunyah permen karet dan early mobilization merupakan intervensi non-farmakologis yang bertujuan mempercepat pemulihan peristaltik usus. Namun, studi yang mengombinasikan kedua intervensi ini masih terbatas. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas terapi kombinasi mengunyah permen karet dan early mobilization dalam mempercepat pemulihan peristaltik usus pasca-laparotomi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan jumlah sampel 36 pasien pasca-laparotomi. Kelompok intervensi (n=18) diberikan permen karet xylitol (1,45 g) dan early mobilization, sedangkan kelompok kontrol (n=18) hanya diberikan mobilisasi. Indikator pemulihan yang diukur meliputi waktu munculnya peristaltik usus, flatus pertama, dan defekasi pertama. Intervensi dilakukan tiga kali sehari selama 48 jam dengan auskultasi peristaltik menggunakan stetoskop Littmann. Data pasca-intervensi dikumpulkan melalui observasi. Kriteria inklusi mencakup pasien berusia ≥18 tahun yang menjalani laparotomi elektif untuk apendisitis atau hernia tanpa komorbiditas, dalam kondisi baik, menerima anestesi spinal, dan mendapatkan regimen pengobatan yang sama. Hasil: Kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan karakteristik yang signifikan (p > 0,05). Kelompok intervensi menunjukkan waktu pemulihan peristaltik usus yang lebih cepat (8,5±0,71 vs. 12,27±1,48), waktu flatus pertama lebih awal (8,66±0,907 vs. 12,55±1,54), dan defekasi lebih cepat (20,77±1,395 vs. 40,77±11,54). Gerakan peristaltik lebih banyak terjadi pada kelompok intervensi (14,38 kali) dibandingkan kelompok kontrol (9,33 kali). Analisis statistik mengonfirmasi efektivitas yang signifikan (p < 0,05). Kesimpulan: Kombinasi mengunyah permen karet dan early mobilization terbukti mempercepat pemulihan peristaltik usus. Strategi non-farmakologis ini sederhana, aman, dan hemat biaya untuk diterapkan dalam protokol keperawatan. Implikasi Klinik: Temuan ini mendukung integrasi terapi non-farmakologis dalam standar perawatan pasca-laparotomi dan memperkuat intervensi berbasis bukti dalam praktik keperawatan. Studi lebih lanjut perlu dilakukan dengan penelitian multi-situs untuk validasi yang lebih luas.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kombinasi Mengunyah Permen Karet dan Early mobilization, Pemulihan Peristaltik Usus, Laparotomi |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 22 Dec 2025 05:43 |
| Last Modified: | 22 Dec 2025 05:43 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51904 |
