EVALUASI IMPLEMENTASI CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT (CPD) PADA PERAWAT RUMAH SAKIT DI KOTA MAKASSAR = EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT (CPD) AMONG HOSPITAL NURSES IN MAKASSAR CITY


DINIATY, SASKIAH PUTRI (2025) EVALUASI IMPLEMENTASI CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT (CPD) PADA PERAWAT RUMAH SAKIT DI KOTA MAKASSAR = EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT (CPD) AMONG HOSPITAL NURSES IN MAKASSAR CITY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
R012231007-Rtb9MDIKqm2V5PZ6-20250414110922.jpg

Download (565kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
R012231007-1-2.pdf

Download (260kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
R012231007-dp.pdf

Download (219kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
R012231007-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 March 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Pelaksanaan CPD di Indonesia khususnya di Kota Makassar masih terkendala akses dan pembiayaan, dengan 25,8% perawat tidak memiliki akses dan 74,2% menghadapi hambatan biaya. Ketidakmerataan ini menghambat pengembangan kompetensi dan karir perawat, dengan 32% perawat stagnan di level yang sama dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi CPD yang meliputi motivasi, regulasi, pelaksanaan assessment, pelaksanaan kredentialing, model CPD, pembiayaan, keberkalaan, kepuasan kerja perawat terhadap pertumbuhan professional pada perawat di rumah sakit khususnya Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian Mix Method dengan Sequential Explanatory Design, yang melibatkan pengumpulan dan analisis data kuantitatif terlebih dahulu, diikuti oleh data kualitatif untuk memperkuat hasil kuantitatif. Penelitian dilaksanakan ditiga rumah sakit. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Implementasi CPD menunjukkan variasi keberhasilan. Salah satu rumah sakit mencapai hasil terbaik dengan regulasi tersedia 91%, pelaksanaan assessment sesuai 97%, dan kredensialing 100%, didukung metode seperti pelatihan, seminar, coaching-mentoring, diskusi kasus, action research dan kuliah formal serta sumber biaya memadai (76,1%). Rumah sakit lain memiliki hasil baik pada assessment (93,9%) dan kredensialing (98,5%), namun keberkalaan CPD perlu ditingkatkan (50%). Beberapa rumah sakit menghadapi tantangan dalam assessment (79,7%), kredensialing (75,7%), dan keterbatasan sumber biaya (54,1%), meskipun unggul dalam model pelatihan seperti cascade training (82,4%) dan community of practice (81,1%). Secara keseluruhan, kemajuan tercapai, tetapi perbaikan masih diperlukan di beberapa area. Disimpulkan bahwa motivasi perawat dalam melaksanakan Continuing Professional Development (CPD) tergolong baik. Dua rumah sakit yang diteliti belum memiliki regulasi internal formal untuk mendukung CPD. Pelaksanaan assessment CPD bervariasi, dari belum terlaksana hingga terstruktur, namun kredensial belum berjalan optimal di 66,6% rumah sakit. Meskipun setiap rumah sakit memiliki model pelaksanaan CPD, dua di antaranya menunjukkan keterbatasan variasi. Pendanaan CPD sebagian besar disediakan oleh rumah sakit, tetapi pembiayaan mandiri oleh perawat masih dominan di salah satu rumah sakit. Pelaksanaan CPD dilakukan secara berkala, dengan fokus prioritas pada unit tertentu di beberapa rumah sakit. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pelaksanaan CPD dengan tingkat kepuasan dan pertumbuhan profesional perawat.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Continuing professional development, CPD, Perawat, Rumah Sakit
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 22 Dec 2025 02:40
Last Modified: 22 Dec 2025 02:40
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51884

Actions (login required)

View Item
View Item