RUSDI, ALIFIARTI ASHMAUNNI'MAH I (2025) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN RUPTUR PERINEUM DI KOTA MAKASSAR = FACTORS AFFECTING THE INCIDENCE OF PERINEAL RUPTURE IN MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011211073-AJVMpPYG0towO6zr-20250519135148.jpg
Download (256kB) | Preview
R011211073-1-2.pdf
Download (443kB)
R011211073-dp.pdf
Download (207kB)
R011211073-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 April 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang : Persalinan adalah proses fisiologis yang dapat berkembang menjadi kondisi patologis jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah ruptur perineum, yaitu laserasi pada organ reproduksi wanita akibat peregangan saat persalinan. Mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kualitas hidup ibu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap ruptur perineum guna meminimalkan kejadian tersebut di masa mendatang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan teknik simple random sampling. Yang mana sampel diambil secara acak setelah seluruh data dikumpulkan. Penelitian ini melibatkan 334 data ibu bersalin pervaginam yang berasal dari 3 Rumah Sakit Ibu dan Anak terbesar di Makassar, yakni RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar, RSKDIA Pertiwi Makassar, dan RSIA Sitti Fatimah Makassar. Pengumpulan data menggunakan data sekunder berupa data rekam medik 3 RSIA tersebut. Hasil : Hasil Penelitian ini menemukan bahwa dari berbagai faktor yang dianalisis, hanya berat badan lahir (BBL) bayi dan riwayat persalinan pervaginam yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian ruptur perineum. BBL bayi ≥2500 gram secara signifikan meningkatkan risiko ruptur perineum (p = 0,047), Bayi dengan rentang berat lahir ≥2500 gram meningkatkan risiko ruptur perineum, sementara ibu yang tidak memiliki Riwayat persalinan pervaginam, meningkatkan faktor risiko (p = 0,040). Sebaliknya, faktor usia ibu, paritas, jarak kelahiran, durasi kala II, distosia bahu, bantuan persalinan, dan presentasi janin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ruptur perineum (p > 0,05). Kesimpulan Saran : Kejadian ruptur perineum pada persalinan pervaginam dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Sehingga, secara keseluruhan perlu adanya perhatian secara menyeluruh dari setiap faktor, baik itu faktor maternal, faktor janin, serta faktor pendukung. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin pervaginam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ruptur Perineum, Ibu Bersalin Pervaginam |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 22 Dec 2025 02:28 |
| Last Modified: | 22 Dec 2025 02:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51876 |
