Model Pemberdayaan Keluarga Berbasis Budaya Lokal MARTABE Terhadap Keluarga Berisiko Stunting Di Kota Padangsidimpuan = MARTABE Local Culture-Based Family Empowerment Model for Families at Risk of Stunting In Padangsidimpuan City


HARAHAP, HENNIYATI (2025) Model Pemberdayaan Keluarga Berbasis Budaya Lokal MARTABE Terhadap Keluarga Berisiko Stunting Di Kota Padangsidimpuan = MARTABE Local Culture-Based Family Empowerment Model for Families at Risk of Stunting In Padangsidimpuan City. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
K013221017-MeR5ntKPpjE2ymDi-20250505153135.jpg

Download (380kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
K013221017-1-2.pdf

Download (999kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
K013221017-dp.pdf

Download (242kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
K013221017-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 April 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Stunting merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, dengan dampak jangka panjang pada tumbuh kembang fisik anak. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif mengatasi stunting adalah melalui pemberdayaan keluarga berdasarkan budaya lokal. Budaya MARTABE yang mengedepankan nilai-nilai seperti gotong royong, tanggung jawab bersama, dan rasa memiliki, diyakini dapat memperkuat ketahanan sosial keluarga dan mendorong perubahan perilaku dalam pemenuhan gizi anak. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menilai pengaruh pemberdayaan keluarga berbasis budaya lokal MARTABE terhadap perubahan perilaku keluarga berisiko stunting di Kota Padangsidimpuan. Metode. Penelitian ini menggunakan mixed method. Secara kualitatif, menggunakan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tujuh tokoh masyarakat (informan) untuk mengeksplorasi nilai-nilai budaya MARTABE dalam pemberdayaan keluarga. Data kualitatif dianalisis tematik menggunakan program NVivo. Secara kuantitatif, desain kuasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test pada 80 keluarga yang berisiko stunting dipilih dengan proportionate random sampling dengan kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing terdiri dari 40 keluarga berisiko stunting (ibu hamil). Data dikumpulkan melalui kuesioner penelitian, dan dianalisis menggunakan uji tes t berpasangan, uji Wilcoxon, uji T² Hotelling. Hasil. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa rasa memiliki dan gotong royong dalam budaya MARTABE menciptakan dukungan sosial yang memperkuat keluarga dalam pemenuhan gizi bagi keluarga berisiko stunting. Secara kuantitatif, penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perubahan signifikan pada pengetahuan (Δ2=3,90), sikap (Δ2=11,50), tindakan (Δ2=10,92), perilaku (Δ2=15,47), decision balance (Δ2=14,87), dan self-efficacy (Δ2=14,70) pada kelompok yang diberikan intervensi dengan modul dan pendampingan (pemberdayaan) dibandingkan dengan kelompok yang hanya diberikan intervensi berupa modul tanpa pendampingan. Kesimpulan. Membandingkan kelompok intervensi dengan kelompok kontrol tanpa pendampingan, model pemberdayaan keluarga berbasis budaya lokal MARTABE dengan modul dan teknik pendampingan terbukti sebagai intervensi yang sangat efektif. Sehingga perlu diintegrasikan nilai-nilai Budaya Lokal MARTABE kedalam model pemberdayaan keluarga yang dapat dijadikan strategi pencegahan stunting pada keluarga berisiko stunting.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Pemberdayaan Keluarga; Budaya Lokal; MARTABE; Perubahan Perilaku; Stunting.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 19 Dec 2025 05:07
Last Modified: 19 Dec 2025 05:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51813

Actions (login required)

View Item
View Item