KHAERANI, NUR MIFTHA (2025) Komposisi Jenis Tumbuhan Bawah yang Berpotensi Sebagai Tanaman Hias Pada Hutan Alam di Kawasan KHDTK Diklat Kehutanan Tabo-Tabo, Kec. Bungoro, Kab. Pangkejene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan = Composition of Undergrowth Species that Have Potential as Ornamental Plants in Natural Forests in the KHDTK Area of Tabo-Tabo Forestry Training, Bungoro District, Pangkejene and Islands Regency, South Sulawesi Province. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011201086-JlPo3EIjQtsGChwv-20250429115753.jpg
Download (213kB) | Preview
M011201086-1-2.pdf
Download (722kB)
M011201086-dp.pdf
Download (125kB)
M011201086-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 April 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
KHDTK Diklat Kehutanan Tabo-Tabo merupakan hutan alam sekunder yang memiliki struktur komposisi vegetasi yang cukup rapat dan bervariasi termasuk pada tumbuhan bawahnya. Tumbuhan bawah merupakan tumbuhan yang menempati tingkatan strata lapisan D dengan tinggi sekitar 1,5 meter dan diameter sekitar 2 cm yang umumnya toleran terhadap naungan. Tumbuhan bawah selain memiliki nilai ekologis, banyak spesies dari tumbuhan bawah yang juga memiliki manfaat ekonomi sebagai tanaman hias. Penelitian ini bertujuan selain untuk mengetahui komposisi jenis tumbuhan bawah pada hutan alam di kawasan hutan KHDTK Diklat Kehutanan Tabo-Tabo, juga untuk mengetahui jenis tumbuhan bawah yang berpotensi dijadikan sebagai tanaman hias. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah penutupan tajuk dan karakteristik dari beberapa ciri organ tumbuhan bawah yang menjadi dasar penentu, apakah suatu spesies tumbuhan bawah mempunyai potensi untuk dijadikan tanaman hias. Untuk menghitung luas penutupan tajuk dapat dilakukan dengan mengukur diameter tajuk menggunakan metode Crown Diameter Method. Berdasarkan hasil pengolahan data pada ketiga jalur pengamatan, diperoleh data sebanyak 25 spesies tumbuhan bawah. Adapun beberapa spesies yang tersebar pada ketiga jalur tersebut. yaitu Palaquium sp., Ophiorrhiza pumila, Filicium sp., Justicia gandarusa, Lygodium sp., dan Leea indica. Adapun potensi tumbuhan bawah sebagai tanaman hias, 1 spesies tumbuhan bawah yang masuk kategori sangat berpotensi, 7 spesies yang masuk kategori berpotensi dan 18 spesies yang masuk kategori kurang berpotensi. Dari ketiga jalur pengamatan pada hutan alam tersebut ditemukan sebanyak 25 spesies tumbuhan bawah. Dari hasil pengamatan terhadap spesies yang ditemukan, hanya 1 spesies yang masuk ke dalam klasifikasi sangat berpotensi yaitu Codiaeum variegatum dan sebanyak 7 spesies yang masuk ke dalam klasifikasi berpotensi Ophiorrhiza pumila, Donax canniformis, Typhonium blumei, Leea rubra Chromolaena odorata, Selaginella sp. dan Justicia gandarusa serta 17 spesies untuk klasifikasi kurang berpotensi yaitu Adiantum sp., Bixa orellana, Cissus antarctica, Sp1, Osmunda claytoniana, Microcos sp., Palaquium sp., Filicium sp., Lygodium sp., Leea indica, Sp2, Syzygium sp., Pteris khasiana, Sauropus androgynous, Sp3, Sp4 dan Buchanania arborescens.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tumbuhan bawah, Tanaman hias, Hutan alam sekunder |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 08:20 |
| Last Modified: | 19 Dec 2025 08:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51791 |
