Pengaruh Perlakuan Berbeda terhadap Pematahan Dormansi Benih Merbau (Instia bijuga) di Persemaian Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin = The effect of different treatments on breaking the dormancy of merbau seeds (Instia bijuga) in the nursery of the Faculty of Forestry, Hasanuddin University.


ANDIRA, WILDA (2025) Pengaruh Perlakuan Berbeda terhadap Pematahan Dormansi Benih Merbau (Instia bijuga) di Persemaian Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin = The effect of different treatments on breaking the dormancy of merbau seeds (Instia bijuga) in the nursery of the Faculty of Forestry, Hasanuddin University. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M011211205-1BKcEMOChxozyH67-20250424112432.jpg

Download (374kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M011211205-1-2.pdf

Download (382kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011211205-dp.pdf

Download (111kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M011211205-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 March 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Permasalahan utama dalam budidaya merbau adalah kesulitan dalam proses perkecambahan karena tergolong benih ortodoks sehingga diperlukan perlakuan khusus untuk mematahkan dormansi sebelum benih dapat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terbaik pada setiap perlakuan yakni pengikiran, perendaman air panas dan perendaman ekstrak bawang merah terhadap pematahan dormansi benih merbau. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktor tunggal dengan tiga faktor perlakuan yaitu: (1) perendaman air panas suhu awal 75° 3 taraf yakni 12 jam, 18 jam dan 24 jam, (2) pengikiran 3 taraf yakni bagian ujung atas, tengah dan bawah benih, (3) perendaman ekstrak bawang merah konsentrasi 10% 3 taraf yakni 6 jam, 9 jam dan 12 jam serta perlakuan kontrol (tidak diberi perlakuan) sehingga diperoleh perlakuan sebanyak 10 unit dengan 7 kali ulangan dan tiap ulangannya terdiri dari 3 benih. Parameter yang diamati adalah persentase hidup kecambah, laju perkecambahan, daya berkecambah dan energi berkecambah. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis sidik ragam dan apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan uji tukey. Penelitian menunjukkan bahwa perendaman air panas suhu awal 75° berpengaruh nyata terhadap persentase hidup kecambah, laju perkecambahan, dan daya berkecambah dengan perendaman terbaik selama 24 jam. Perlakuan pengikiran berpengaruh nyata terhadap persentase hidup kecambah, laju perkecambahan, daya berkecambah dan energi berkecambah terbaik pengikiran pada bagian atas benih. Sedangkan perendaman ekstrak bawang merah konsentrasi 10% berpengaruh nyata terhadap persentase hidup kecambah, laju perkecambahan, dan daya berkecambah, perendaman terbaik selama 6 jam. Pengaruh terbaik pada masing-masing perlakuan diantaranya pada perendaman air panas suhu awal 75° terbaik selama 24 jam, pengikiran terbaik pada bagian ujung atas benih dan perendaman ekstrak bawang merah konsentrasi 10% terbaik selama 6 jam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Benih Merbau, Air Panas, Pengikiran, Ekstrak Bawang Merah
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 19 Dec 2025 02:57
Last Modified: 19 Dec 2025 02:57
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51786

Actions (login required)

View Item
View Item