Analisis Tingkat Ketergantungan Masyarakat pada Areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) Karya Baru, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros = Analysis of Community Dependence Level on the Community Forest (HKm) Area of Karya Baru, Bonto Manurung Village, Tompobulu District, Maros Regency


PUTRI, ANDINI AMALIA (2025) Analisis Tingkat Ketergantungan Masyarakat pada Areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) Karya Baru, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros = Analysis of Community Dependence Level on the Community Forest (HKm) Area of Karya Baru, Bonto Manurung Village, Tompobulu District, Maros Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M011211242-v3TlbhoDfP2mAnZW-20250423111355.jpg

Download (218kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
M011211242-1-2.pdf

Download (279kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011211242-dp.pdf

Download (145kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M011211242-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 March 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Program Perhutanan sosial dengan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) telah memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan dan menjaga keberlanjutan hutan. Salah satu masyarakat hutan yang memanfaatkan kawasan HKm adalah petani di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketergantungan masyarakat terhadap areal HKm Karya Baru dan mengidentifikasi aset penghidupan berdasarkan 5 modal yaitu modal manusia, modal alam, modal sosial, modal finansial dan modal fisik serta strategi penghidupan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan analisis tingkat ketergantungan menggunakan rumus kontribusi dan analisis livelihood. Tingkat ketergantungan masyarakat dengan persentase 48% artinya sumber pendapatan dari pengelolaan HKm bukan satu-satunya sumber mata pencaharian. Persentase tersebut mengindikasikan bahwa setengah dari total pendapatan berasal dari aktivitas pengelolaan HKm. Hal ini berarti terdapat sumber pendapatan lain di luar areal HKm. Modal penghidupan tertinggi yaitu modal fisik. Hal ini berpengaruh dalam mendorong masyarakat memperoleh mata pencaharian yang lebih layak. Sementara, modal manusia dan modal finansial menjadi modal penghidupan terendah. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pendidikan dan pendapatan yang tidak menentu setiap bulannya. strategi penghidupan berkelanjutan tertinggi yang diterapkan yaitu diversifikasi dengan persentase 75% hal ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dengan mencari pekerjaan sampingan. Tingkat ketergantungan 48% berada pada kategori sedang yang artinya hampir separuh pendapatan masyarakat bersumber dari HKm. Selain itu, modal penghidupan tertinggi yaitu modal fisik sedangkan modal yang berada pada kategori sedang yaitu modal manusia, modal alam, modal sosial dan modal finansial. Strategi penghidupan berkelanjutan yang diterapkan yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi, diversifikasi serta migrasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tingkat Ketergantungan, Hutan Kemasyarakatan, Livelihood
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 19 Dec 2025 02:03
Last Modified: 19 Dec 2025 02:03
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51783

Actions (login required)

View Item
View Item