Gambaran Budaya Keamanan Siber Tenaga Kesehatan RSUP Dr. Tajuddin Chalid Tahun 2025 = Description of the Cybersecurity Culture of Health Workers of Dr. Tajuddin Chalid Hospital in 2025


NISYA, AULIA ARADIA (2025) Gambaran Budaya Keamanan Siber Tenaga Kesehatan RSUP Dr. Tajuddin Chalid Tahun 2025 = Description of the Cybersecurity Culture of Health Workers of Dr. Tajuddin Chalid Hospital in 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
K011211072-oivMOWgs4R1LcB0y-20250516155823.jpg

Download (361kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
K011211072-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
K011211072-dp.pdf

Download (540kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
K011211072-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 May 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Era revolusi industri 5.0 dan pandemi Covid-19 telah mempercepat transformasi digital, termasuk dalam bidang kesehatan. Rumah sakit di Indonesia, seperti RSUP Dr. Tajuddin Chalid, menghadapi tantangan dalam menjaga keamanan data pasien di tengah meningkatnya ancaman siber. Kebocoran data dapat merugikan baik rumah sakit maupun pasien, sehingga penting untuk membangun budaya keamanan siber yang kuat di kalangan tenaga kesehatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran budaya keamanan siber tenaga kesehatan di RSUP Dr. Tajuddin Chalid berdasarkan variabel sikap, kesadaran, perilaku dan kompetensi. Metode.Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan di RSUP Dr. Tajuddin Chalid yang berjumlah 548 orang. Pengambilan jumlah sampel menggunakan proporsional sampling yaitu sebanyak 223 sampel. Pengambillan data responden menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur sikap, kesadaran, perilaku, dan kompetensi terkait keamanan siber. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS untuk menghitung frekuensi dan persentase.Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,3% responden memiliki sikap positif terhadap keamanan siber, meskipun 45,7% masih menunjukkan sikap negatif. Selain itu, 61,4% responden memiliki kesadaran yang baik mengenai keamanan siber. Namun, hanya 37,7% responden yang menunjukkan perilaku keamanan yang baik, sementara 62,3% memiliki perilaku yang kurang memadai. Dalam hal kompetensi, 58,7% responden menunjukkan kompetensi yang baik, tetapi 41,3% masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya keamanan siber tenaga kesehatan masih perlu dilakukan perbaikan baik dalam hal sikap, kesadaran, perilaku, dan kompetensi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Budaya keamanan siber; kebocoran data; SIM-RS
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 18 Dec 2025 07:14
Last Modified: 18 Dec 2025 07:14
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51760

Actions (login required)

View Item
View Item