RAMADHANI, ANDI TIS'A (2025) Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Mental Emosional (GME) pada Remaja di SMA Negeri 5 Makassar = Factors Related to Mental Emotional Disorders in Adolescents at SMA Negeri 5 Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011211057-fzcUATy0PxHvqQGX-20250515175023.jpg
Download (288kB) | Preview
K011211057-1-2.pdf
Download (356kB)
K011211057-dp.pdf
Download (112kB)
K011211057-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 May 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Gangguan mental emosional (GME) adalah kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, perilaku dan suasana hati yang dapat berkembang menjadi keadaan patologis apabila terus berlanjut. Gangguan mental emosional paling banyak dialami pada remaja usia 15-25 tahun, yaitu 36,2%. Remaja lebih rentan mengalami GME karena berada di fase perkembangan yang penuh tekanan, perubahan hormon dan tuntutan sosial. SMA Negeri 5 Makassar, dengan jumlah siswa yang besar, merupakan lokasi strategis untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan gangguan mental emosional (GME) pada remaja. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 47,2% siswanya mengalami gangguan mental. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan gangguan mental emosional pada remaja di SMA Negeri 5 Makassar. Metode: Penelitian dilakukan di SMA Negeri 5 Makassar menggunakan desain penelitian cross-sectional study. Sampel pada penelitian ini sebanyak 300 orang dengan menggunakan purposive sampling. Kuesioner yang digunakan, yaitu Strength and Difficulties Questionnaire, Parenting Style and Dimensions Questionnaire, Social Provision Scale, dan The Revised Olweus Bully/Victim Questionnaire. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 183 responden (61.0%) yang mengalami gangguan mental emosional. Hasil analisis didapatkan bahwa pola asuh orang tua (p=0.03), dukungan teman sebaya (p=0.03) dan bullying (p=0.00) merupakan faktor yang berhubungan dengan gangguan mental emosional remaja. Adapun variabel pendapatan orang tua (p=0.33) dan screen time (p=1.00) tidak berhubungan dengan gangguan mental emosional pada remaja. Kesimpulan: Pola asuh orang tua, dukungan teman sebaya dan bullying berhubungan dengan gangguan mental emosional pada remaja di SMA Negeri 5 Makassar. Oleh karena itu, diharapkan agar orang tua menerapkan pola asuh yang suportif terhadap anak, dan siswa dapat membangun lingkungan pertemanan yang suportif, serta mengembangkan rasa percaya diri dan empati agar dapat saling menjaga satu sama lain di lingkungan sekolah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: gangguan mental emosional, pola asuh orang tua, dukungan teman sebaya, bullying, remaja |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 06:47 |
| Last Modified: | 18 Dec 2025 06:47 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51758 |
