Strategi Pemanfaatan Alsintan di Kabupaten Maros (Studi Kasus Pemanfaatan Traktor Roda Empat pada UPTD Pengelolaan Agribisnis Pertanian) = Development Strategies for the Utilisation of Alsintan in Maros Regency (Case Study Of Development Strategies For The Utilisation Of Four Wheel Tractors at The Uptd of Agricultural Agribusiness Management of Maros Regency)


KARTINI, KARTINI (2025) Strategi Pemanfaatan Alsintan di Kabupaten Maros (Studi Kasus Pemanfaatan Traktor Roda Empat pada UPTD Pengelolaan Agribisnis Pertanian) = Development Strategies for the Utilisation of Alsintan in Maros Regency (Case Study Of Development Strategies For The Utilisation Of Four Wheel Tractors at The Uptd of Agricultural Agribusiness Management of Maros Regency). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G052231001-k8R9nBOPfcYwLWG4-20250511110919.jpg

Download (421kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G052231001-1-2.pdf

Download (834kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G052231001-dp.pdf

Download (300kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G052231001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 May 2027.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Kartini. Strategi Pemanfaatan Alsintan di Kabupaten Maros (Studi Kasus Pemanfaatan Traktor Roda Empat pada UPTD Pengelolaan Agribisnis Pertanian) (dibimbing oleh Iqbal dan Olly Sanny Hutabarat). Abstrak. Kabupaten Maros merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya bergerak di bidang pertanian, sehingga menjadi salah satu kabupaten penghasil beras utama di Sulawesi Selatan. Luas lahan sawah yang tersedia di Kabupaten Maros mencapai 26.205 ha, dan pada tahun 2022, produksi padi yang dihasilkan tercatat sebanyak 237.535,84 ton. Diharapkan produksi ini akan terus meningkat untuk memastikan ketersediaan beras, meningkatkan hasil produksi, juga dapat memperbaiki kualitas gabah dan beras yang dihasilkan. Dengan demikian kebutuhan akan alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk mengolah tanah sangat diperlukan pada musim tanam serempak. Bantuan alat dan mesin pertanian khususnya traktor roda empat di Wilayah Kabupaten Maros sudah cukup memadai namun belum bisa memenuhi kebutuhan lahan terhadap alat ini. Pada saat musim olah tanah berlangsung, luas lahan padi sawah tidak sebanding dengan jumlah traktor roda empat yang ada sehingga untuk memenuhi semua ini biasanya para petani mendatangkan traktor roda empat dari kabupaten lain. Untuk itu pemerintah Kabupaten Maros mendirikan UPTD Pengelolaan Agribusnis Pertanian sebagai upaya agar dapat memberikan solusi dalam mengatasi fenomena ini dimana alat dan mesin pertanian utamanya traktor roda empat dikelola dengan cara disewakan ke petani ataupun pelaku usaha di bidang pertanian khususnya usaha tani padi kemudian hasil sewanya disetor ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang berpengaruh terhadap pemanfaatan Traktor Roda Empat pada UPTD Pengelolaan Agribisnis Pertanian Kabupaten Maros dengan menggunakan Metode Analisis SWOT, dan untuk menentukan strategi pemanfaatan Traktor Roda Empat pada UPTD Pengelolaan Agribisnis Pertanian Kabupaten Maros dengan menggunakan Analisis Hierarchy Process (AHP) yang dilakukan dengan menggunakan penyuluh, pakar ahli, pengelola UPTD, petani, operator dan mekanik sebagai responden melalui wawancara dan kuesioner. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal pemanfaatan traktor roda empat pada UPTD adalah kekuatan (kemampuan operator dan mekanik dengan skor tertinggi (+0,917) dan kualitas teknologi TR4 dengan skor terendah (+0,552); serta kelemahan berupa TR4 terbatas dengan skor tertinggi (-0,613) dan kurangnya sosialisasi dengan skor terendah (-0,366). Sementara faktor eksternal yang mempengaruhi UPTD Pengelolaan Agribisnis Pertanian di Kabupaten Maros adalah peluang (tarif sewa dengan skor tertinggi (+0,910) dan dukungan pemerintah dengan skor terendah (+0,540); serta ancaman berupa umur TR4 dengan skor tertinggi (-0,662) dan daya/minat sewa dengan skor terendah (-0,322). Strategi prioritas yang dihasilkan dari Analisis Hierarchy Prosess (AHP) berfokus pada peningkatan kemampuan oprator dan mekanik pada ketersediaan TR4 untuk memenuhi kebutuhan penyewa yang didukung penuh oleh pemerintah daerah agar semua faktor yang berperan dalam kegiatan ini, seperti anggaran pengadaan unit baru, anggaran pemeliharaan, pembinaan, peninjauan tarif dapat terpenuhi berdasarkan tujuan prioritas, yaitu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai target yang dingin dicapai. Kata Kunci : Strategi Pemanfaatan, Traktor Roda Empat, Analisis SWOT dan Analisis Hierarchy Process (AHP)

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Strategi Pemanfaatan, Traktor Roda Empat, Analisis SWOT dan Analisis Hierarchy Process (AHP)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Teknik Agroindustri
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 18 Dec 2025 06:40
Last Modified: 18 Dec 2025 06:40
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51731

Actions (login required)

View Item
View Item