Pola Penyadapan dan Pemasaran Getah Pinus Di Desa Sasakan, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa = Pine Sap Tapping and Marketing Patterns in Sasakan Village, Sumarorong District, Mamasa Regency


FEBRIANI, LILIS (2025) Pola Penyadapan dan Pemasaran Getah Pinus Di Desa Sasakan, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa = Pine Sap Tapping and Marketing Patterns in Sasakan Village, Sumarorong District, Mamasa Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of sampul]
Preview
Image (sampul)
M011211077-1UpecliA49j5OfbW-20250815123906.png

Download (149kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1 - 2] Text (Bab 1 - 2)
M011211077-1-2.pdf

Download (226kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
M011211077-dp.pdf

Download (140kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
M011211077-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Hutan pinus di Desa Sasakan, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, merupakan sumber daya ekonomi penting melalui produksi getah pinus. Meskipun menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat, praktek penyadapan tradisional dan keterbatasan akses pasar menimbulkan pertanyaan mengenai efisiensi dan keadilan dalam sistem pemasaran yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penyadapan dan pemasaran getah pinus, serta mengevaluasi Tingkat efisiensi pemasaran di Desa Sasakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 16 petani penyadap, 2 tengkulak dan 1 pengelola industri dan studi literatur. Analisis data meliputi deskripsi kualitatif untuk pola penyadapan dan pemasaran, serta analisis kuantitatif untuk efisiensi pemasaran berdasarkan frekuensi panen, biaya distribusi, pola pemasaran, metode pembayaran dan share margin. Pola penyadapan getah pinus masih tradisional, menggunakan teknik "koakan" berbentuk "U" terbalik, dengan frekuensi panen satu kali sebulan atau dua kali dalam tiga bulan. Produksi getah berkisar 100–700 kg per bulan, dipengaruhi oleh luas areal sadapan, jumlah pohon, pengalaman, dan cuaca. Pola pemasaran bersifat tidak langsung, dari petani ke tengkulak, lalu ke pabrik. Pola ini dinilai efisien secara teknis karena kemudahan akses dan pembayaran tunai bagi petani. Analisis efisiensi menunjukkan bahwa sistem pemasaran getah pinus di Desa Sasakan efisien, dengan petani menerima rata-rata 77% dari harga akhir pabrik, melebihi ambang batas efisiensi minimum 50%

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Getah pinus, pola penyadapan, pola pemasaran, efisiensi pemasaran, Desa Sasakan
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 18 Dec 2025 05:41
Last Modified: 18 Dec 2025 05:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51706

Actions (login required)

View Item
View Item