Perbandingan Luaran Klinis Jangka Pendek dan Menengah Pasien Infark Miokard Akut – Elevasi ST dengan Reperfusi Spontan : Early vs Late Dual Antiplatelet = Comparison of Short- and Medium-Term Clinical Outcomes in Acute ST- Elevation Myocardial Infarction Patients with Spontaneous Reperfusion : Early Versus Late Initiation of Dual Antiplatelet Therapy


BAKHTIAR, NURBAETI (2025) Perbandingan Luaran Klinis Jangka Pendek dan Menengah Pasien Infark Miokard Akut – Elevasi ST dengan Reperfusi Spontan : Early vs Late Dual Antiplatelet = Comparison of Short- and Medium-Term Clinical Outcomes in Acute ST- Elevation Myocardial Infarction Patients with Spontaneous Reperfusion : Early Versus Late Initiation of Dual Antiplatelet Therapy. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
C165202005-tlkQj0W3bqYf5dcK-20250626172155.png

Download (202kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C165202005-1-2.pdf

Download (423kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
C165202005-dp.pdf

Download (31kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
C165202005-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 May 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Nurbaeti Bakhtiar. Perbandingan Luaran Klinis Jangka Pendek dan Menengah Pasien Infark Miokard Akut – Elevasi ST dengan Reperfusi Spontan : Early vs Late Dual Antiplatelet. (Dibimbing oleh : Abdul Hakim Alkatiri, Akhtar Fajar Muzakkir, Zaenab Djafar, Andi Alfian Zainuddin) Latar belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian paling umum di seluruh dunia, dan frekuensinya semakin meningkat. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa insiden reperfusi spontan pada pasien STEMI dapat mencapai hingga 30%, dan waktu pemberian antiplatelet dikaitkan dengan peningkatan perfusi spontan yang stabil dan memberikan prognosis maupun luaran klinis yang lebih baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan luaran klinis jangka pendek dan menengah pasien STEMI yang mengalami reperfusi spontan dan mendapatkan Early vs Late dual antiplatelet yang dirawat di Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode: Terdapat 49 subyek penelitian dengan diagnosis STEMI dengan reperfusi spontan yang terdiri dari 29 subyek yang mendapatkan DAPT  3 jam (Early DAPT) dan 20 subyek penelitian yang mendapatkan DAPT >3 jam (Late DAPT) dari onset. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan antara Early vs Late DAPT pada kejadian All-MACCE secara keseluruhan (3.4% vs 35.0%; p=0,003), All-MACCE dalam 30 hari (3,4% vs 20,0%; p=0,006); dan dalam 6 bulan (0.0% vs 27,8%; p=0,003). Selain itu terdapat angka kejadian gagal jantung dan rehospitalisasi pada kelompok Late DAPT yang secara berturut (16,7%; p=0,023; 22,2%; p=0,008) yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok Early DAPT yang tidak mengalami kejadian tersebut sama sekali. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian DAPT yang lebih awal (Early DAPT) pada pasien STEMI dengan reperfusi spontan menghasilkan luaran klinis jangka menengah yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian DAPT yang terlambat (Late DAPT).

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: STEMI reperfusi spontan, early-late DAPT, luaran klinis jangka pendek, luaran klinis jangka menengah, MACCE
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS - Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 16 Dec 2025 05:53
Last Modified: 16 Dec 2025 05:53
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51588

Actions (login required)

View Item
View Item