SEPDYANTI, NUR (2025) Perbandingan Luaran Klinis Selama Perawatan dan 6 Bulan Pasca Rawat Inap pada Pasien Infark Miokard Akut-Elevasi Segmen ST yang Menjalani Reperfusi Intervensi Koroner Perkutan Dengan dan Tanpa Gangguan Ginjal Akut = In-Hospital and 6-Month Clinical Outcomes in ST-Segment Elevation Myocardial Infarction Patients Undergoing Percutaneous Coronary Intervention: A Comparative Analysis With and Without Acute Kidney Injury. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C165202001-2d0TiVrhwzu9cFJx-20250626170211.jpg
Download (495kB) | Preview
C165202001-1-2.pdf
Download (436kB)
C165202001-dp.pdf
Download (154kB)
C165202001-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 May 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
NUR SEPDYANTI. Perbandingan Luaran Klinis Selama Perawatan dan 6 Bulan Pasca Rawat Inap pada Pasien Infark Miokard Akut-Elevasi Segmen ST yang Menjalani Reperfusi Intervensi Koroner Perkutan Dengan dan Tanpa Gangguan Ginjal Akut. (dibimbing oleh : Idar Mappangara, Akhtar Fajar Muzakkir, Pendrik Tandean, Andi Alfian Zainuddin) Latar belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Sindrom Koroner Akut (SKA) seringkali merupakan manifestasi klinis pertama dari penyakit kardiovaskular. Telah disebutkan pada beberapa literatur bahwa SKA dapat dikaitkan dengan disfungsi ginjal dan secara signifikan meningkatkan mortalitas, morbiditas, dan kompleksitas serta biaya perawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan luaran klinis selama perawatan dan 6 bulan pasca rawat inap pasien Infark Miokard Akut Elevasi Segmen ST (IMA-EST) yang menjalani reperfusi Intervensi Koroner Perkutan (IKP) dengan dan tanpa Gagal Ginjal Akut (GGA) di Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik cross-sectional dengan desain penelitian Cohort Retrospective. Semua sampel penelitian ini adalah pasien dengan diagnosis IMA-EST yang menjalani IKP di Pusat Jantung Terpadu RSUP Wahidin Sudirohusodo pada tahun 2022 dan telah terdata dalam Acute Coronary Syndrome (ACS) Registry, kemudian dievaluasi dan dibandingkan luaran klinis Major Adverse Cardiovascular Event (MACE) selama perawatan dan 6 bulan pasca rawat inap antara pasien yang mengalami GGA dan tanpa GGA dengan jumlah sampel 140 pasien. Hasil: Dari 140 sampel penelitian, secara keseluruhan didapatkan Pasien GGA mengalami pemanjangan length of stay (LOS) secara signifikan bermakna (8.77 ± 3.86 vs 6.25 ± 2.53, p < 0.001), pasien GGA mengalami kejadian gagal jantung secara signifikan bermakna dalam 6 bulan pasca rawat inap (22,6% vs.3,2%,p< 0,001), MACE 6 bulan pasca rawat inap terjadi lebih banyak pada pasien GGA yang secara signifikan bermakna (25,8% vs 4,2%, p<0.001) dan keberadaan GGA merupakan prediktor independen signifikan untuk peningkatan risiko MACE dalam 6 bulan setelah pemulangan OR 3.27 (95% CI: 2,30 – 17,60 ; p <0,002). Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pasien IMA-EST yang menjalani reperfusi IKP dengan GGA memiliki luaran klinis lebih buruk dibandingkan dengan pasien tanpa GGA (luaran klinis yang secara signifikan bermakna berupa pemanjangan LOS, gagal jantung 6 bulan pasca rawat inap, dan MACE 6 bulan pasca rawat inap). Oleh karena itu penting untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi GGA pada pasien IMA-EST yang menjalani reperfusi IKP untuk memperbaiki luaran klinis pasien.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: IMA-EST, reperfusi IKP, GGA, luaran klinis MACE |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 16 Dec 2025 05:20 |
| Last Modified: | 16 Dec 2025 05:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51585 |
