Korelasi antara diameter tendon peroneus longus pada MRI dengan hasil fungsional, kekuatan plantar fleksi dan eversi pergelangan kaki setelah pengambilan cangkok tendon peroneus longus = Correlation of Peroneus Longus Tendon Diameter on MRI with Ankle Functional Outcome, Ankle Plantarflexion and Eversion Strength Following Peroneus Longus Tendon Harvest


ARDY, ARDY (2025) Korelasi antara diameter tendon peroneus longus pada MRI dengan hasil fungsional, kekuatan plantar fleksi dan eversi pergelangan kaki setelah pengambilan cangkok tendon peroneus longus = Correlation of Peroneus Longus Tendon Diameter on MRI with Ankle Functional Outcome, Ankle Plantarflexion and Eversion Strength Following Peroneus Longus Tendon Harvest. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
C145192003-e4bkMvzSnpRw1WHc-20250630165923.png

Download (116kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C145192003-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
C145192003-dp.pdf

Download (239kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
C145192003-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 April 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Kekuatan eversi dan plantarfleksi sendi pergelangan kaki berkurang setelah pengambilan tendon peroneus longus (PLT). Indeks tendon peroneal bilateral diukur dengan membandingkan luas penampang melintang situs donor dengan sisi sehat kontralateral yang dievaluasi melalui MRI. Enam pasien berpartisipasi dalam studi ini, terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan, dengan usia rata-rata saat operasi 29,5 tahun (SD 11,7), dan durasi tindak lanjut rata-rata untuk studi ini adalah 18,67 bulan (SD 19,55). Skor rata-rata American Orthopaedic Foot and Ankle Society (AOFAS) adalah 96,83 ± 2,13 di situs donor dan 98,67 ± 1,21 di sisi sehat kontralateral. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam skor AOFAS antara situs donor dan sisi sehat kontralateral (P = 0,097). Demikian pula, skor rata-rata Foot and Ankle Disability Index (FADI) adalah 97,35 ± 1,11 di situs donor dan 98,71 ± 1,06 di situs sehat kontralateral, dengan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua situs (P = 0,056). Kekuatan eversi rata-rata diukur sebesar 10,16 ± 1,04 N di situs donor dan 10,97 ± 1,37 N di situs sehat kontralateral. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kekuatan eversi antara situs donor dan situs sehat kontralateral (P = 0,279). Selain itu, kekuatan fleksi plantar jari pertama rata-rata tercatat sebesar 9,90 ± 1,50 N di situs donor dan 10,23 ± 1,96 N di situs sehat kontralateral, tanpa perbedaan yang signifikan dalam kekuatan fleksi plantar jari pertama antara kedua situs (P = 0,756). Tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara indeks tendon peroneal bilateral dan indeks kekuatan fleksi plantar (p = 0,427), indeks kekuatan eversi (p = 0,085), usia (p = 0,085), durasi tindak lanjut (p = 0,430), skor FADI (p = 0,315); skor AOFAS (p = 0,317). Tidak ada korelasi yang signifikan antara indeks tendon peroneal bilateral dan hasil fungsional, kekuatan eversi, dan kekuatan fleksi plantar jari pertama.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: autograft, tendon peroneus longus, pengambilan tendon, regenerasi tendon
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Orthopedi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 15 Dec 2025 07:50
Last Modified: 15 Dec 2025 07:50
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51543

Actions (login required)

View Item
View Item