HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN RESILIENSI PERAWAT JIWA DI RSKD DADI MAKASSAR = RELATIONSHIP OF SPIRITUAL WELL-BEING WITH RESILIENCE OF CARE AT DADI MAKASSAR HOSPITAL


AGUSTINA, IKHA (2025) HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN RESILIENSI PERAWAT JIWA DI RSKD DADI MAKASSAR = RELATIONSHIP OF SPIRITUAL WELL-BEING WITH RESILIENCE OF CARE AT DADI MAKASSAR HOSPITAL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
R011211118-FD7HWdPYVlmCwfyx-20250519141233.png

Download (108kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
R011211118-1-2.pdf

Download (273kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
R011211118-dp.pdf

Download (205kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
R011211118-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 May 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Ikha Agustina R011211118. HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN RESILIENSI PERAWAT JIWA DI RSKD DADI MAKASSAR, dibimbing oleh Nurlaila Fitriani. Latar Belakang: Perawat jiwa menghadapi tantangan besar dalam menjalankan tugasnya karena berinteraksi langsung dengan pasien gangguan jiwa yang sering menunjukkan perilaku agresif atau sulit dikendalikan. Tekanan kerja ini dapat menyebabkan stres yang berdampak pada kualitas pelayanan. Salah satu faktor internal yang dapat memperkuat ketahanan mental atau resiliensi perawat dalam menghadapi tekanan tersebut adalah spiritual well-being. Tujuan Penelitian: Diketahui hubungan antara spiritual well-being (kesejahteraan spiritual) dengan resiliensi pada perawat jiwa di RSKD Dadi Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang dingunakan dalam penelitian ini adalah teknik total sampling dengan jumlah sampel 111 responden yang berprofesi sebagai perawat jiwa di RSKD Dadi Makassar. Pengumpulan data menggunakan kuesioner demografi, Spiritual Well Being Scale (SWBS) dan Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara spiritual well-being dengan resiliensi p = 0,001 (p-value < 0,01) dengan koefisien korelasi 0,308 terdapat hubungan positif antara spiritual well-being dan resiliensi. Artinya, semakin tinggi tingkat spiritual well-being seseorang, maka tingkat resiliensinya cenderung meningkat. Nilai koefisiensi determinan r2 = 0,095 yang artinya spiritual well-being mempunyai pengaruh sebesar 9,5% terhadap resiliensi perawat jiwa di RSKD Dadi Makassar, sedangkan 90,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan: Penelitian yang dilakukan pada perawat jiwa di RSKD Dadi Makassar menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat spiritual well-being yang tinggi, dengan dimensi religiusitas lebih dominan dibandingkan dimensi eksistensial. Meskipun demikian, masih ada ruang untuk pengembangan pada dimensi eksistensial, terutama dalam pencarian makna dan kepuasan hidup pribadi. Mayoritas perawat juga memiliki tingkat resiliensi sedang hingga tinggi, dengan dimensi kompetensi pribadi yang paling menonjol. Spiritualitas berperan penting dalam memperkuat ketahanan psikologis. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara spiritual well-being dengan resiliensi perawat jiwa (p = 0,001, r = 0,308), yang berarti semakin tinggi tingkat spiritualitas perawat, semakin tinggi pula tingkat resiliensinya. Spiritual well-being memberikan kontribusi sebesar 9,5% terhadap resiliensi, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci : spiritual well-being, resiliensi, perawat jiwa Sumber literatur : 55 kepustakaan (1983-2024)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: spiritual well-being, resiliensi, perawat jiwa
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Keperawatan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 15 Dec 2025 04:43
Last Modified: 15 Dec 2025 04:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51503

Actions (login required)

View Item
View Item