AKBAR, ARVITA REVIANTY (2025) REMEDIASI KOGNITIF NON-COMPUTERIZED MEMPERBAIKI FUNGSI KOGNITIF DAN MENURUNKAN KADAR TUMOR NECROSIS FAKTOR ALPHA SERUM PASIEN SKIZOFRENIA YANG MENDAPATKAN TERAPI RISPERIDON DI RSKD DADI MAKASSAR TAHUN 2024 = The Effect of Non-Computerized Cognitive Remediation Treatment on the Improvement of Cognitive Dysfunction and Serum TNF- Levels in Schizophrenia Patients Receiving Risperidone Treatment. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C065202005-jutYlU8oAzVN59CL-20250621014641.jpeg
Download (59kB) | Preview
C065202005-1-2.pdf
Download (625kB)
C065202005-dp.pdf
Download (194kB)
C065202005-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 February 2027.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Judul. Pengaruh Terapi Remediasi Kognitif Non-Computerized terhadap Perbaikan Disfungsi Kog.nitif dan Kadar TNF-α Serum Pasien Skizofrenia yang mendapatkan Terapi Risperidone Latar Belakang: Skizofrenia adalah gangguan mental kronik yang memiliki tiga kelompok gejala yaitu gejala positif, gejala negatif dan kognitif. Gangguan kognitif, terutama defisit memori episodik, merupakan prediktor utama luaran buruk pada skizofrenia. Penelitian menunjukkan inflamasi memainkan peran pada etiologi dan patofisiologi gejala skizofrenia, melalui efek sitokin proinflamasi salah satunya adalah TNF-α. Remediasi kognitif merupakan salah satu terapi nonfarmakologi sebagai “pengobatan bersama” dengan antipsikotik berbasis pelatihan perilaku efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif, kemampuan memproses informasi, dan sosial pasien akibat dari perubahan perkembangan saraf yang mengubah neuroplastisitas otak yang dimediasi oleh peradangan yang menyebabkan defisit kognitif. Tujuan: Mengetahui pengaruh remediasi kognitif terhadap perbaikan gejala kognitif dan kadar TNF-α serum pasien skizofrenia yang mendapatkan terapi risperidone. Metode: Studi ini meneliti 40 pasien skizofrenia laki-laki, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dibagi dalam dua kelompok, 20 kelompok perlakuan yang mendapat terapi risperidon dengan remediasi kognitif non-computerized dan 20 kelompok kontrol yang mendapat terapi risperidone tanpa remediasi kognitif. Dilakukan di RSKD Dadi, dari bulan September hingga Oktober 2024. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan pengukuran pre dan post test. Kadar TNF-α serum dianalisis menggunakan TNF-α ELISA kit E0082Hu 96 Well dengan batas deteksi minimum 3pg/ml, sedangkan perbaikan disfungsi kognitif dinilai dengan menggunakan Schizophrenia Cognition Rating Scale versi Indonesia (SCORSVI). Hasil: Terdapat perbaikan signifikan dari disfungsi kognitif pada kedua kelompok, tetapi perbaikan disfungsi kognitif yang lebih baik terdapat pada kelompok pasien skizofrenia yang mendapat risperidone dan remediasi kognitif non-computerized. Terdapat penurunan signifikan dari kadar TNF-α serum pada kedua kelompok setelah 8 minggu, dimana kelompok perlakuan menunjukkan penurunan yang lebih baik yang berarti kombinasi terapi risperidone dan remediasi kognitif lebih efektif untuk meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi inflamasi. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya korelasi positif antara kadar TNF-α serum dengan disfungsi kognitif yang signifikan (r=0.884; p=0.001). Kesimpulan: Remediasi kognitif non-computerized pada pasien skizofrenia yang mendapatkan terapi risperidone dapat memberikan perbaikan disfungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa remediasi kognitif. Juga terdapat korelasi antara kadar TNF-α serum dengan perbaikan gejala kognitif (nilai SCORSVI) pada kedua kelompok, dimana semakin rendah nilai SCORSVI, semakin rendah pula kadar TNF-α serum.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keyword : Skizofrenia, Risperidone, Remediasi Kognitif, TNF-, SCORSVI |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kedokteran Jiwa - Psikiatri |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 03:39 |
| Last Modified: | 15 Dec 2025 03:39 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51494 |
