Serapan Tenaga Kerja dan Pendapatan Petani pada Penyadapan Getah Pinus (pinus Merkusii) KTH Sipatuo di Lembang Pa'tengko Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja = Labor Absorption and Farmer Income in Pine Sap Tapping (Pinus merkusii) KTH SIPATUO in Lembang Pa’tengko, Mengkendek District, Tana Toraja Regency


MANGOTING, OLIVIANTRY SA'PANG (2025) Serapan Tenaga Kerja dan Pendapatan Petani pada Penyadapan Getah Pinus (pinus Merkusii) KTH Sipatuo di Lembang Pa'tengko Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja = Labor Absorption and Farmer Income in Pine Sap Tapping (Pinus merkusii) KTH SIPATUO in Lembang Pa’tengko, Mengkendek District, Tana Toraja Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M011211078-xCyMiVlNvpfL9BuH-20250625180729.png

Download (285kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M011211078-1-2.pdf

Download (216kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011211078-DP.pdf

Download (156kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M011211078-FULLLL.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 June 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Hutan pinus di Kabupaten Tana Toraja memiliki potensi sebagai sumber pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, khususnya getah pinus (Pinus merkusii). Di Lembang Pa’tengko, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, kegiatan penyadapan getah pinus oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) SIPATUO telah menjadi strategi utama dalam peningkatan pendapatan dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serapan tenaga kerja dan pendapatan bersih petani penyadap getah pinus (pinus merkusii) di KTH SIPATUO Lembang Pa’tengko Kecmatan Menkendek Kabupaten Tana Toraja. Metode yang digunakan untuk pengambilan data yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 15 orang dengan kriteria anggota KTH Sipatuo yang aktif bekerja sebagai penyadap, dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara menggunakan kuesioner, dan studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan satuan Hari Orang Kerja (HOK), serta pendekatan analisis biaya dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serapan tenaga kerja pada kegiatan penyadapan getah pinus di KTH SIPATUO melibatkan 35 orang dengan rata-rata 35 HOK/bulan dan 361 HOK/tahun, dengan jam kerja 7-8 jam sehari dan 14 hari kerja dalam sebulan. Untuk kegiatan pemungutan/pemanenan getah pinus, melibatkan 53 orang dengan rata-rata 13 HOK/bulan dan 138 HOK/tahun, dengan jam kerja 7-8 jam sehari dan 5 hari kerja dalam sebulan. Rata-rata penerimaan petani penyadap getah pinus adalah Rp5.640.667/bulan dan Rp67.336.000/tahun. Mayoritas responden (47%) memiliki 3 tanggungan keluarga. Tingkat pendidikan terbanyak adalah lulusan SMP (53%), namun tingkat pendidikan tidak signifikan mempengaruhi pendapatan. Sebagian besar responden (60%) telah menjadi penyadap selama 1-10 tahun, dan mayoritas menyadap 100-150 pohon (47%) pada lahan seluas 2 hektar (80%). Biaya produksi yang dikeluarkan sebagian besar responden berkisar antara Rp1.200.001 - Rp1.600.000 (33%), dan produksi getah pinus terbanyak adalah 901-1050 kg/bulan (40%). Tenaga kerja yang dibutuhkan pada penyadapan getah pinus 35 dan pada kegiatan pemungutan getah pinus 53 orang. Pendapatan paling tinggi sebesar Rp 6.960.000/bulan sedangkan pendapatan paling sedikit yaitu Rp 4.680.000/Bulan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Getah pinus, penyadapan, tenaga kerja, pendapatan petani, KTH SIPATUO, Tana Toraja
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 15 Dec 2025 03:37
Last Modified: 15 Dec 2025 03:37
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51490

Actions (login required)

View Item
View Item