ALYA, NUR (2025) NILAI-NILAI EDUKATIF DALAM PÉMMALI DAN FUNGSINYA TERHADAP POLA ASUH ANAK PADA MASYARAKAT MAROS BARU: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK = EDUCATIONAL VALUES IN PÉMMALI AND THEIR FUNCTIONS TOWARDS CHILD-RAISING PATTERNS IN THE MAROS BARU SOCIETY: AN ANTHROPOLINGUISTIC STUDY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F021211029-Cover.jpeg
Download (63kB) | Preview
F021211029-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (351kB)
F021211029-dp(FILEminimizer).pdf
Download (175kB)
F021211029-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 4 July 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Nur Alya. 2025. Nilai-nilai Edukatif dalam Pémmali dan Fungsinya terhadap Pola Asuh Anak pada Masyarakat Maros Baru (Dibimbing oleh Gusnawaty) Masyarakat Bugis mengenal pémmali sebagai aturan tak tertulis yang bersifat mengikat dan diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis pémmali yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Maros Baru, mengungkap nilai-nilai edukatif yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis fungsinya dalam pola asuh anak. Pémmali, sebagai bentuk larangan adat, berfungsi ganda: sebagai pengatur norma sosial dan sebagai media edukatif berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, teknik pencatatan, dan perekaman terhadap informan yang merupakan warga Maros Baru. Pendekatan ini memadukan aspek kebahasaan dan kebudayaan dalam konteks sosial masyarakat, dengan analisis data berdasarkan teori antropolinguistik Alessandro Duranti, khususnya pada konsep performansi, partisipasi, dan indeksikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 28 jenis pémmali yang dikelompokkan ke dalam enam tema utama, yaitu: (1) waktu dan aktivitas harian, (2) posisi tubuh dan tempat tidur/duduk, (3) makanan dan cara makan, (4) etika dan kesopanan, (5) larangan khusus bagi anak-anak, dan (6) moral serta spiritualitas. Pémmali terbukti berperan penting dalam membentuk karakter anak melalui internalisasi nilai-nilai religius, moral, sosial, estetika, dan budaya. Dalam konteks pola asuh, pémmali menjadi strategi pendidikan karakter yang memperkuat kesadaran sosial dan spiritual anak sejak dini. Meskipun mengalami pergeseran makna di era modern, pémmali tetap relevan sebagai bagian dari pendidikan informal yang bernilai edukatif dan layak untuk dilestarikan. Kata kunci: pémmali, nilai edukatif, pola asuh anak, masyarakat Bugis, antropolinguistik.
Kata kunci: pémmali, nilai edukatif, pola asuh anak, masyarakat Bugis, antropolinguistik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pémmali, educational values, child-rearing, Bugis community, anthropolinguistics. |
| Subjects: | P Language and Literature > PC Romance languages |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 11 Dec 2025 02:36 |
| Last Modified: | 11 Dec 2025 02:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51280 |
