HUSNUL, HUSNUL (2025) MAKNA KELONG BASING TEMPA-TEMPA SORONG PADA MASYARAKAT KECAMATAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA = THE MEANING OF KELONG BASING TEMPA-TEMPA SORONG IN THE COMMUNITY OF KAJANG DISTRICT, BULUKUMBA REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F021191033-Cover.jpeg
Download (46kB) | Preview
F021191033-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (116kB)
F021191033-dp(FILEminimizer).pdf
Download (37kB)
F021191033-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 2 June 2027.
Download (560kB)
Abstract (Abstrak)
Husnul. 2025. Makna Kelong Basing Tempa-Tempa Sorong Pada Masyarakat Adat Kajang (Dibimbing oleh Dafirah dan Sumarlin Rengko HR). Penelitian ini membahas makna denotasi dan konotasi teks Kelong Basing pada masyarakat adat Kajang. Untuk mengungkapkan makna dan fungsi yang terkandung dalam Kelong Basing Tempa-Tempa Sorong maka data dianalisis menggunakan pendekatan semantik Tarigan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan makna denotasi dan konotasi yang terdapat pada teks Kelong Basing Tempa-Tempa Sorong. Kelong Basing adalah salah satu kesenian daerah yang menjadi karakteristik spesial masyarakat Kajang yang dilestarikan dengan teguh oleh warga Tana toa Kajang, yang digunakan dalam upacara kematian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara menganalisis secara langsung proses kegiatan ma’basing atau bernyanyi dengan tujuan mendoakan orang yang meninggal dan menghibur keluarga yang ditinggalkan. Data terdiri atas dua kategori, yaitu data primer yang merupakan data pokok pada teks Kelong Basing dan data sekunder yang berupa data tambahan dari hasil studi pustaka yang relevan dengan objek kajian dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna yang ditemukan dalam Kelong Basing Tempa-Tempa Sorong yaitu Makna denotatif yang berisikan Kata ‘lakkutaknang’artinya (bertanya), kata ‘tumangginrang’ yang berarti (hanya meminjam), kata ‘padattiro parasangeng’ yang artinya (tempat istirahat), kata ‘borik’ artinya (tempat tinggal). Makna konotatif berisikan kata jappa dalam teks kelong basing donda dimaknai sebagai meninggalnya sang kakak, kata ‘minro’ yang artinya (pulang) kata pulang pada teks ini dimaknai sebagai kematian yang berarti kembalinya jiwa kepada sang pemilik.
Kata kunci: Semantik,Makna Denotasi dan Konotasi, Kelong Basing.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Semantic, The Meaning Of The Denotation and Connotation, Kelong Basing. |
| Subjects: | P Language and Literature > PC Romance languages |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 10 Dec 2025 07:53 |
| Last Modified: | 10 Dec 2025 07:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51261 |
