DARMAWANSYIH, DARMAWANSYIH (2025) EFEK a-MANGOSTEEN TERHADAP STRES OKSIDATIF, KADAR GROWTH DIFFERENTIATION FACTOR (GDF-15) DAN HOMA-IR (HOMEOSTASIS MODEL ASSSESSMENT OF INSULIN RESISTANCE) PADA MODEL TIKUS WISTAR (RATTUS NOVERGICUS) DIABETES= THE EFFECT OF a-MANGOSTEEN ON OXIDATIVE STRESS, THE LEVEL OF GROWTH DIFFERENTIAL FACTOR (GDF-15) AND HOMA-IR (HOMEOSTASIS MODEL ASSESSMENT OF INSULIN RESISTANCE) IN WISTAR RAT (RATTUS NOVERGICUS) DIABETES MODEL. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
C013221005-1HgRGOKq83BdLEsv-20250625160704.jpg
Download (402kB) | Preview
C013221005-1-2.pdf
Download (1MB)
C013221005-dp.pdf
Download (264kB)
C013221005-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 June 2027.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
DARMAWANSYIH. Efek a-Mangosteen terhadap Stres Oksidatif, Kadar Growth Differentian Factor (GDF-15) dan HOMA-IR (Homeostasis Model Assessment of Insulin Resistance) pada Model Tikus Wistar (Rattus Novergicus) Diabetes (dibimbing oleh Rosdiana Natzir, Firdaus Hamid, dan Ika Yustisia, Hari Hendarto, Nu'man As Daud, Burhanuddin, Suryani As Saad). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek -mangosteen terhadap stres oksidatif, kadar Growth Differentian Factor (GDF-15) dan HOMA-IR (Homeostasis Model Assessment of Insulin Resistance) pada model tikus wistar (Rattus Novergicus) diabetes. Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu penyakit akibat gangguan metabolik yang berlangsung secara kronis, ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal dengan angka yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada DM terjadi stres oksidatif yang dapat menyebabkan peningkatan resiko komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler. Terapi DM telah banyak dilakukan dengan menggunakan farmakoterapi, namun masih membutuhkan terapi adjuvan antioksidan. -mangosteen merupakan metabolit sekunder dari buah manggis mengandung antioksidan yang tinggi. Metode. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental pre and post-test control group dengan empat kelompok tikus yang diinduksi diabetes dengan menggunakan diet tinggi lemak dan streptozotocin: kelompok kontrol DM (Na-CMC 0,1%), kelompok MG (-mangosteen 50 mg/KgBB), kelompok MF (Metformin 200 mg/KgBB-MF), serta kelompok MG+MF (kombinasi -mangosteen 50 mg/KgBB dan Metformin 200 mg/KgBB). Parameter yang dinilai meliputi kadar melondialdehide (MDA), kadar GDF-15, kadar Insulin dan HOMA-IR. Hasil. Kelompok MG mengalami penurunan kadar glukosa darah puasa, kadar GDF-15, kadar insulin dan HOMA-IR namun kelompok kombinasi -mangosteen dan metformin (MG+MF) memiliki penurunan yang lebih signifikan. Penurunan kadar MDA lebih signifikan pada kelompok kombinasi -mangosteen dan metformin. Kesimpulan : Penurunan kadar glukosa darah, kadar MDA, kadar GDF-15, kadar insulin dan HOMA-IR akan lebih bermakna jika diberikan terapi kombinasi -mangosteen dan metformin dibandingkan dengan terapi tunggal -mangosteen dan metformin. Kata kunci: -mangosteen, Diabetes mellitus, GDF-15, MDA, HOMA-IR.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: a-mangosteen, Diabetes mellitus, GDF-15, MDA, HOMA-IR. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 10 Dec 2025 02:04 |
| Last Modified: | 10 Dec 2025 02:04 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51246 |
