FADLAN, MUHAMAD (2025) Taman Sejarah Sebagai Strategi Pelestarian: Pendekatan Cultural Resource Management Pada Pengelolaan Benteng Wolio = HISTORICAL PARK AS A CONSERVATION STRATEGY: CULTURAL RESORCE MANAGEMENT APPROACH TO MANAGEMENT OF WOLIO FORT. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
F042212001-Cover.jpg
Download (42kB) | Preview
F042212001-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (3MB)
F042212001-dp(FILEminimizer).pdf
Download (122kB)
F042212001-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 2 December 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
MUHAMAD FADLAN. Taman Sejarah sebagai Strategi Pelestarian: Pendekatan Cultural Resource Managament pada Pengelolaan Benteng Wolio (dibimbing oleh Supriadi dan Yadi Mulyadi) Latar Belakang. Kawasan Cagar Budaya Nasional Benteng Wolio merupakan warisan budaya yang sejak lama menjadi objek penelitian. Sejumlah studi terdahulu telah mengeksplorasi Benteng Wolio dari sisi morfologi, nilai filosofis, arsitektur, lanskap, hingga pola pemukiman tradisional. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dinamika pengelolaan pasca-penetapan Benteng Wolio sebagai kawasan cagar budaya nasional. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi peluang dan tantangan di lapangan, serta merumuskan model alternatif berbasis pendekatan taman sejarah (historical park) yang lebih integratif dan berkelanjutan. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memadukan observasi langsung, wawancara mendalam, studi pustaka, dan kuesioner dalam mengumpulkan data. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi kondisi pelestarian Benteng Wolio sebelum dan sesudah penetapannya sebagai KCBN, disertai pemetaan potensi positif melalui pendekatan SOAR. Tahapan terakhir adalah merumuskan strategi implementasi pemodelan taman sejarah. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan saat ini masih terfragmentasi secara kelembagaan dan lebih berfokus pada pelestarian aspek fisik. Sementara itu, dimensi non fisik dari warisan budaya seperti praktik sosial, nilai-nilai lokal, dan pengetahuan tradisional belum menjadi perhatian utama. Meski demikian, terdapat potensi positif yang masih dapat dikembangkan sebagai kekuatan dan peluang untuk mendukung upaya pelestarian di masa depan. Kesimpulan. Nilai penting sejarah dan nilai penting pendidikan di Benteng Wolio menegaskan urgensi penerapan model pengelolaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan taman sejarah diusulkan sebagai alternatif yang mengintegrasikan pelestarian, pendidikan publik, dan rekreasi berbasis nilai-nilai budaya setempat. Model ini mencakup penataan ruang dengan sistem zonasi, pembentukan lembaga pengelola kolaboratif lintas sektor, pelibatan aktif masyarakat, pemanfaatan terbatas dan terkelola, penguatan dokumentasi dan interpretasi budaya, inovasi pendanaan berbasis kemitraan, serta mekanisme evaluasi berkala untuk adaptasi kebijakan.
Kata kunci: benteng Wolio, taman sejarah, pengelolaan kawasan cagar budaya, partisipasi masyarakat, pelestarian budaya, zonasi kawasan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wolio Fort, historical park, cultural heritage area management, community participation, cultural conservation, zoning system. |
| Subjects: | P Language and Literature > PC Romance languages |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Arkeologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 03 Dec 2025 01:55 |
| Last Modified: | 03 Dec 2025 01:55 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51143 |
