RAMADHAN, GILANG (2025) Trayektori Sejarah Wisata Penyu Pantai Salopi = The Historical Trajectory of Turtle Tourism at Salopi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M011181523-MKOTJlNi2nYyadDP-20250630122154.jpg
Download (335kB) | Preview
M011181523-1-2.pdf
Download (504kB)
M011181523-dp.pdf
Download (62kB)
M011181523-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Program-program pemerintah di bidang kehutanan umumnya dibentuk melalui pendekatan top-down yang bersifat sentralistik. Pendekatan ini kerap mengabaikan konteks lokal dan partisipasi masyarakat, sehingga berdampak pada kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial. Namun, pendekatan tersebut tidak selalu relevan untuk menjawab kompleksitas persoalan di lapangan. Fenomena wisata penyu yang berkembang secara organik di Pantai Salopi, Kabupaten Pinrang, menjadi contoh kontras terhadap model birokrasi formal yang dominan. Untuk memahami dinamika ini secara lebih mendalam, pendekatan sejarah digunakan guna menelusuri proses sosial dan perubahan penggunaan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata berbasis konservasi. Pendekatan ini penting agar pengembangan wisata penyu di masa depan tidak terlepas dari akar historis dan konteks lokalnya. Tujuan. Secara spesifik penelitian ini bertujuan untuk menelusuri linimasa sejarah perkembangan wisata penyu di Pantai Salopi sebagai kontribusi terhadap pengembangan konservasi yang lebih kontekstual dan responsif terhadap dinamika lokal. Metode. Pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan sumber melalui wawancara langsung dan pengumpulan sumber data melalui dokumen yang kemudian diverifikasi dan disusun menjadi trayektori sejarah wisata Pantai Salopi. Hasil. Trayektori Sejarah wisata Pantai salopi memperlihatkan perjalanan panjang dan kompleks. Berdasarkan penuturan berbagai sumber dan telah melalui semua metode penelitian, trayektori Sejarah wisata penyu Pantai salopi melalui empat fase penting yaitu ; Fase Pemanfaatan Hasil Alam, Fase Peralihan Menuju Praktik Konservasi, Fase Formalisasi Kelembagaan, dan Fase Intervensi Pemerintah dan Ketimpangan Peran. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan masyarakat Pantai Salopi dengan penyu terbentuk melalui dinamika sosial ekologis yang dipengaruhi oleh latar belakang migrasi dari pegunungan. Meskipun kesadaran akan keberadaan penyu telah ada sejak lama, literasi ekologis masih rendah, tercermin dari praktik eksploitasi telur penyu yang berorientasi ekonomi. Inisiatif konservasi dimulai oleh individu lokal dan berkembang menjadi organisasi Kampung Penyu yang berhasil mengintegrasikan masyarakat dan wisatawan dalam upaya pelestarian. Namun, tantangan muncul dalam menjaga keseimbangan antara konservasi dan pariwisata, serta dalam menghadapi keterbatasan kelembagaan, minimnya sinergi antar sektor, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Diperlukan pendekatan yang lebih integratif dan partisipatif untuk mendukung keberlanjutan konservasi penyu di kawasan ini.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dinamika Sosial Ekologis, Konservasi Penyu, Pantai Salopi, Pendekatan Partisipatif, Trayektori Sejarah. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 27 Nov 2025 07:13 |
| Last Modified: | 27 Nov 2025 07:13 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51020 |
