APRILIANTI, RANI (2025) Ikatan Keluarga Minang Sapayuang Di Makassar Tahun 1960-1996 = The Minangkabau Family Association (IKMS) in Makassar from 1960 to 1996. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F061201026-Cover.jpeg
Download (74kB) | Preview
F061201026-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (315kB)
F061201026-dp(FILEminimizer).pdf
Download (89kB)
F061201026-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 20 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Rani Aprilianti, F061201026 “Ikatan Keluarga Minang Sapayuang di Makassar Tahun 1960-1996” Dibimbing oleh Dr. Ida Liana Tanjung, M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemunculan IKMS sebagai organisasi perantau Minangkabau di Makassar Tahun 1960. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana latar belakang dibentuknya IKMS dan perkembangannya di Makassar pada tahun 1960-1996, serta peranan IKMS bagi masyarakat perantau Minangkabau di Makassar. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan tahapan pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber-sumber yang digunakan arsip, literatur, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh temuan bahwa semenjak diresmikannya IKMS sebagai organisasi perantau Minangkabau yang ada di Makassar pada tahun 1960 membawa membawa banyak manfaat bagi para anggota. Permasalahan-permasalahan yang dialami perantau Minangkabau di Makassar bisa diatasi melalui perantara organisasi IKMS. IKMS mengalami perkambangan yang begitu pesat, organisasi ini berhasil mempertemukan perantau Minangkabau yang ada di Makassar di dalam satu tempat. Organisasi ini juga berhasil memperkenalkan kebudayaan Minangkabau, baik itu ke sesama perantau Minangkabau maupun ke masyarakat Makassar sekaligus. Akan tetapi, pada perkembangan IKMS yang mengalami kemajuan yang pesat terdapat kegagalan di dalamnya. Sebuah hal menarik bahwa banyak dari generasi muda IKMS tidak paham mengenai nilai-nilai kebudayaan Minangkabau. Mereka hanya merasa sebagai seorang Minangkabau karena berasal dari orang tua yang seorang Minangkabau. Bahkan ada beberapa generasi muda IKMS yang kesulitan memahami pembicaraan ketika berinteraksi menggunakan bahasa Minangkabau. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan terjadinya konflik antara anggota tua dan muda di dalam IKMS pada tahun 1970. Generasi muda IKMS pada hari ini merasa mereka hanyalah seorang Minangkabau yang berasal dari orang tua seorang Minangkabau. Namun untuk memiliki nilai-nilai kebudayaan Minangkabau tidaklah sepenuhnya ada. Mereka merasa seorang Minangkabau tetapi mereka lebih memilih mengikuti kebudayaan yang ada di tanah rantau Makassar, karena dari kecil hingga dewasa mereka hanya berinteraksi dengan kebudayaan rantau bukan di kampung halaman.
Keyword : Minangkabau; Organisasi; Makassar.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Minangkabau; Organization; Makassar. |
| Subjects: | P Language and Literature > PC Romance languages |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sejarah |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 25 Nov 2025 02:42 |
| Last Modified: | 25 Nov 2025 02:42 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50963 |
