IDENTIFIKASI DIMENSI TUBUH KAMBING BETINA HASIL PERSILANGAN KAMBING KACANG DENGAN KAMBING PERANAKAN ETAWA UMUR 2 TAHUN BERDASARKAN ZONA AGROEKOLOGI DI KABUPATEN JENEPONTO= IDENTIFICATION OF BODY DIMENSIONS OF DOE GOATS FROM CROSSBREEDING OF KACANG GOATS WITH 2 YEAR OLD PERANAKAN ETAWA GOATS BASED ON AGROECOLOGICAL ZONES IN JENEPONTO REGENCY


PAUZAN, MUHAMMAD FIKRI (2025) IDENTIFIKASI DIMENSI TUBUH KAMBING BETINA HASIL PERSILANGAN KAMBING KACANG DENGAN KAMBING PERANAKAN ETAWA UMUR 2 TAHUN BERDASARKAN ZONA AGROEKOLOGI DI KABUPATEN JENEPONTO= IDENTIFICATION OF BODY DIMENSIONS OF DOE GOATS FROM CROSSBREEDING OF KACANG GOATS WITH 2 YEAR OLD PERANAKAN ETAWA GOATS BASED ON AGROECOLOGICAL ZONES IN JENEPONTO REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
I011211174-tWKkvZoDhxiTR2c0-20250721162921.jpg

Download (229kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
I011211174-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
I011211174-dp.pdf

Download (70kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
I011211174-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 July 2027.

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

Kabupaten Jeneponto memiliki area tanah yang sangat luas dan terbagi atas tiga zona agroekologi (dataran rendah, dataran menengah dan dataran tinggi). Kondisi tersebut menjadikan kabupaten Jeneponto sebagai daerah pengembangan usaha peternakan kambing. Namun, informasi mengenai ukuran dimensi tubuh ternak kambing di ketiga zona tersebut masih minim, serta informasi bagi peternak tentang lokasi yang paling optimum untuk mengembangkan ternak kambing masih sangat dibutuhkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan tiga perlakuan (zona dataran rendah, zona dataran menengah dan zona dataran tinggi) dan ulangan 20 ekor kambing betina umur 2 tahun hasil persilangan kambing Kacang dengan kambing Etawa. Parameter sifat kuantitatif yang diamati adalah bobot badan, tinggi pundak, tinggi punggung, panjang badan, lingkar dada, dalam dada, lebar dada, lebar punggung dan lebar kelangkang. Hasil analisis menunjukkan efek perbedaan zona hanya berpengaruh pada dimensi tubuh bobot badan, lebar punggung dan lebar kelangkang. Kambing yang dipelihara di dataran menengah memperlihatkan bobot badan yang paling berat (36,61 kg). Ukuran lebar kelangkang (15 dan 14,9 cm) dan lebar punggung (12,4 dan 12,6 cm) kambing yang dipelihara di dataran menengah dan dataran tinggi cenderung lebih baik. Efek perbedaan zona tidak berpengaruh pada dimensi tubuh tinggi pundak, tinggi punggung, panjang badan, lingkar dada, dalam dada dan lebar dada. Bobot badan, lebar punggung dan lebar kelangkang kambing betina hasil persilangan kambing Kacang dengan kambing Peranakan Etawa umur 2 tahun paling optimal bila di pelihara di zona dataran menengah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Zona Agroekologi, Kambing Betina Persilangan, Dimensi Tubuh
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 20 Nov 2025 06:17
Last Modified: 20 Nov 2025 06:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50849

Actions (login required)

View Item
View Item