PUTRI, IVA ANDINA (2025) Pengaruh Intensitas Penyuluhan, Pengalaman Beternak dan Pendidikan terhadap Kecepatan Adopsi Inseminasi Buatan (IB) di Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone = The Effect of Extension Intensity, Livestock Experience and Education on the Speed of Adoption of Artificial Insemination (AI) in Cellu Village, Tanete Riattang Timur District, Bone Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
I011211013-G68azFwuihTYPrLl-20250717133529.jpg
Download (406kB) | Preview
I011211013-1-2.pdf
Download (263kB)
I011211013-dp.pdf
Download (218kB)
I011211013-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 July 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Salah satu komoditas dalam pemenuhan kebutuhan daging untuk masyarakat yang memiliki peranan penting sebagai penyedia protein hewani yaitu ternak sapi potong. Pemerintah di Indonesia telah menerapkan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan daging secara nasional dengan mendorong adopsi teknologi Inseminasi Buatan (IB) sebagai solusi atas kendala yang dihadapi dalam proses pembibitan, mengingat kelemahan yang terlihat dalam praktik konvensional secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penyuluhan, pengalaman beternak dan Pendidikan terhadap kecepatan adopsi Inseminasi Buatan (IB) di Kelurahan Celu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif yaitu suatu jenis penelitian yang menggambarkan pengaruh variabel intensitas penyuluhan, pengalaman, dan pendidikan terhadap kecepatan adopsi teknologi (IB). dalam penelitian ini, sampel yang diambil yaitu semua peternak yang telah mengadopsi Inseminasi Buatan (IB) yang berjumlah 77 peternak. Hasil menunjukkan bahwa Intensitas Penyuluhan tidak berpengaruh terhadap kecepatan adopsi IB dipengaruhi oleh waktu yang tidak sesuai dan peternak dapat memperoleh informasi melalui media sosial. Sedangkan pengalaman beternak dan Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kecepatan adopsi. Hal ini dikarenakan peternak berpengalaman juga cenderung lebih aktif mencari informasi dan tidak ragu berkonsultasi dengan petugas atau sesama peternak jika mengalami kendala dalam penerapan teknologi dan pendidikan berperan penting dalam membentuk pola pikir dan daya tangkap terhadap informasi baru.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keywords: artificial insemination, counseling, experience, education |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Peternakan > Peternakan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 20 Nov 2025 05:38 |
| Last Modified: | 20 Nov 2025 05:38 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50838 |
