FIDAWATI, FIDAWATI (2025) Makna Kultural Tradisi Kalomba Masyarakat Kajang Di Kabupaten Bulukumba = The Cultural Meaning of the Kalomba Tradition of the Kajang Community in Bulukumba Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F021181008-Cover.jpg
Download (347kB) | Preview
F021181008-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (256kB)
F021181008-dp(FILEminimizer).pdf
Download (193kB)
F021181008-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 17 March 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini mengkaji tentang tradisi Kalomba melalui kajian semantik kultural. Kalomba merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Kajang untuk mencegah berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini menguraikan prosesi pelaksanaan yang terdapat dalam tradisi Kalomba pada masyarakat Tanah Toa Dusun Balagana Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba dan Menganalisis hasil makna dari tradisi Kalomba masyarakat Tana Toa Dusun Balagana Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba tersebut. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi Kalomba memiliki beberapa tahap proses pelaksanannya diantaranya 1). Tahap perencanaan, masyarakat membicarakan serta menentukan waktu 2). Tahap persiapan, masyarakat menyiapkan alat dan bahan serta apa-apa saja yang akan dipakai dan digunakan dalam tradisi Kalomba tersebut 3). Tahap pelaksanaan yang dimulai dari Sanro mengambil air yang ada dalam wadah lalu membacakan doa-doa pada air, Sanro anak, serta orang tua dari anak yang di K alomba tersebut duduk dan saling berhadapan, Sanro mengambil dupa dan kemenyam kemudian membakarnya lalu mengipas-ngipaskan asap dari dupa tersebut, Sanro mencelupkan ujung Ju‟ju (benda yang mirip dengansapu lidi), terakhir Sanro menaburkan beras serta memercikkan air dari seikat daun tambahan yang disebut raung- dinging-dinging (daun cucur bebek). 4). Tahap akhir, keluarga dan para tamu yang hadir mengambil tiap-tiap makanan lalu diputarkan ke anak yang di Kalomba dan mendoakan anak tersebut. Makna yang terkandung dalam tradisi kalomba adalah : Katupa’ (ketupat); keberuntungan, songkolo; sumber keberuntungan, jangang, kampong (ayam kampong); selalu berbuaat kebaikan, kampalo; dapat bertanggung jawab, burasa (buras); dumpi eja (kue merah); bertingkah laku baik, dumpi ruhu-ruhu; tidak pernah berputus asa, berasa (beras); sebagai penolak bala, ere (air) pelindung, lemo (jeruk bali); kelak si anak disukai banyak orang, kaluku lolo (kelapa muda); harapan orang tua semoga kelak anaknya berguna dan bermanfaat bagi orang-orang, loka (pisang); dupa memiliki makna untuk memanggil dan mendatangkan para roh leluhur untuk hadir dalam ritual tradisi tersebut.
Keyword : Kultural, Tradisi, Kalomba, Kajang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cultural, Kalomba, Traditions, Kajang Community. |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 19 Nov 2025 02:46 |
| Last Modified: | 19 Nov 2025 02:46 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50804 |
